Rasa Sebuah Tulisan (Teori & Definisi)

Menulis itu bisa kapan saja dan dimana saja namun tetap butuh waktu khusus. Waktu khusus yang bisa terencana atau tidak terencana. Menulis itu mudah sebagaimana halnya bicara, tapi menjadi tidak mudah ketika ada standar tertentu atau kita terbebani oleh keinginan atau harapan terhadap suatu kesempurnaan dari hasil tulisan kita.

Keinginan yang kadang menghambat kreatifitas atau ide yang ingin disajikan. Bahkan bisa sebaliknya, Ide yang ada menjadi sulit tersampaikan karena standar keinginan yang terlalu tinggi. Tapi itulah yang membuat menarik dan menantang kita untuk lebih produktif menulis sekaligus berkualitas.

Semua itu juga tergantung dari karakter atau tipe dari penulis itu sendiri. Ada banyak tipe penulis yang bisa kita temukan, baik itu dari opini pribadi atau dari teori yang baku. Namun warcoff tidak ingin membahas tentang tipe-tipe penulis tersebut :).

Disini warcoff ingin mengungkap tentang "rasa" suatu tulisan dari sudut pandang seksualitas/gender, baik itu penulis amatir ataupun profesional. Seperti kita ketahui ada istilah maskulin dan feminin yang pada umumnya membedakan antara "kelelakian" dan "kewanitaan". Dan diantara dua sifat itu ada androgini yang merupakan kombinasi dari maskulin dan feminin.

Secara teori umum, berikut definisi maskulin, feminin dan androgini : (sumber : http://psikologi-online.com/apakah-maskulin-dan-feminin-itu)
  • Maskulin diartikan sebagai sesuatu yang memiliki sifat-sifat kejantanan, baik berupa kepribadian, perilaku, pekerjaan, benda atau lainnya. Misalnya agresif, dominan, ambisius, tanpa emosi, etc.
  • Feminin diartikan sebagai sesuatu yang memiliki sifat-sifat keperempuanan. Misalnya lembut, perasa, mudah menangis, puitis, etc.
  • Androgini yakni tidak bersifat maskulin maupun feminin alias bisa dianggap maskulin maupun feminin sekaligus. Orang yang bersifat androgini mengombinasikan dalam dirinya sifat-sifat maskulin maupun feminin. Misalnya rajin menulis tentang perang atau olahraga ekstrim tapi aslinya sangat lembut dan tidak suka perang atau olahraga ekstrim.
Nah jika teori diatas dikaitkan dengan rasa tulisan, maka akan kita temukan berbagai gaya tulisan yang mengandung sifat feminin, maskulin atau bahkan androgini. Menurut warcoff hal itu bisa diukur atau dinilai dari cara penyajian dan isi dari tulisan. Baik itu diblog, jejaring sosial, twitter, atau bahkan buku harian :).

Sifat maskulin, feminin dan androgini itu menurut warcoff tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa dalam wujud tulisan. Apalagi menulis itu pada dasarnya adalah wujud dari ungkapan pikiran dan perasaan, meskipun itu berupa tulisan informatif atau berita yang nota bene dibatasi oleh teori baku. 

Intinya ada banyak tipe penulis, tapi kalau bicara soal "rasa" hanya ada tiga kepribadian ini yang mendasari gaya atau bentuk tulisan seseorang. Semoga manfaat :).

Comments

  1. saya sepertinya termasuk yang bawah..

    saya justru suka menulis tentang cinta, yang lembut2, tapi saya suka gulat.. :D

    ReplyDelete
  2. Kira-kira tipe Tulisan gua apa tuh bang? Maskulin atau Fenimin atau juga keduanya? hehehee

    ReplyDelete
  3. wah, demikian adanya ya?
    kalo saya, nggak jelas nih, tanpa aliran. harap maklum, soalnya nulisnya asal banget. bisa masuk dari segala penjuru, haha
    tapi kalo boleh milih, saya pengin androgini deh. ideal menurut saya..

    ReplyDelete
  4. saya kayaknya maskulin dah :D haha

    ReplyDelete
  5. blog saya kayaknya androgini ya . . salam kenal, mohon fo, pasti ane foback :)

    ReplyDelete
  6. keknya saya lebih ke maskulin deh
    soalnya saya kan berjenggot
    *lho?*

    ReplyDelete
  7. @Zachflazz : hehe ini hy konsep pemikiran ane aj mas :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts