Sikap Empati Pak Pos (Kualitas Pelayanan)

Pak pos atau petugas pengirim pos adalah bagian penting dari kinerja PT. Pos selama ini, namun seiring perkembangan ilmu dan teknologi keberadaan mereka menjadi seperti sesuatu yang langka :).

Sebelumnya apakah pengertian pos ? menurut Undang-Undang RI No. 38 tentang Pos pasal 1, menyebutkan Pos adalah layanan komunikasi tertulis dan/atau surat elektronik, layanan paket, layanan logistik, layanan transaksi keuangan, dan layanan keagenan pos untuk kepentingan umum.

Sedangkan pihak penyelenggara Pos menurut pasal 4 ayat 1 dan 2, disebutkan bahwa penyelenggaraan pos dilakukan oleh badan usaha yang berbadan hukum Indonesia. Badan usaha yang dimaksud terdiri dari :

a. badan usaha milik negara;
b. badan usaha milik daerah;
c. badan usaha milik swasta; dan
d. koperasi.

Jadi berdasarkan UU tersebut, penyelenggara pos tidak lagi hanya dipegang oleh PT. Pos sebagai BUMN tapi juga bisa dilakukan oleh BUMD, swasta dan koperasi. Itulah salah satu penyebab kenapa pemandangan Pak Pos yang bermotor ataupun bersepeda sudah sangat jarang sekali saat ini. Dari pandangan awam, kita mungkin berpendapat bahwa sudah ada pergeseran yang signifikan terutama dari segi fungsi dan peran Pak Pos pada khususnya :)

Hingga  mungkin ada yang bertanya, apa yang dikerjakan para Pak Pos saat ini jika tugas utama mereka sudah tidak begitu dibutuhkan lagi ? apakah hanya menjadi penunggu setia kantor pos atau malah "dibangku panjangkan", entahlah.

Disini warcoff ingin sedikit mengulas balik performa PT. Pos saat masih jaya dulu, berdasarkan cerita dari orang-orang tua ataupun pengalaman pribadi warcoff sendiri. Saat masih bekerja di CC amatil, atasan warcoff pernah bilang kalau saingan utama mereka dalam hal distribusi adalah PT. Pos. Persaingan dalam arti luasnya area jangkauan distribusi.

Dan itu memang benar karena PT. Pos adalah perusahaan jasa yang sejak dulu telah memiliki saluran distribusi yang paling luas, tidak hanya dari area jangkauan tapi juga kelengkapan sarana dan fasilitasnya yang telah memenuhi standar saat itu.

Hampir disetiap kecamatan di seluruh Indonesia pasti ada kantor posnya, bis surat disetiap sudut jalan dan yang utama adalah kesigapan para Pak Pos yang selalu siap sedia mengantarkan surat atau paket hingga ke pelosok-pelosok terpencil. Baik itu dengan kendaraan bemotor, sepeda bahkan berjalan kaki. Itu semua menunjukkan kelebihan PT. Pos dalam memberikan pelayanan terbaik pada para pelanggannya.

Jika banyak perusahaan jasa saat itu baru menyadari pentingnya kualitas pelayanan, pengembangan saluran distribusi serta bagaimana pentingnya empati pada konsumen, maka PT. Pos sejak dulu sudah menerapkan itu semua. Paling tidak itu bisa dirasakan dari pelayanan para Pak Pos jaman dulu yang dengan ramah dan bersahabat mengantarkan surat atau paket ke setiap rumah yang dituju.


Jika berkaca dari kelebihan diatas, PT. Pos seharusnya bisa lebih memanfaatkan itu semua, paling tidak untuk tetap menjadi perusahaan pengiriman paket terbaik dan terpercaya. Tapi inilah mungkin salah satu kelemahan daripada BUMN di negeri ini dimana kurang menghargai dan menjaga serta memanfaatkan apa yang telah ada dengan seoptimal mungkin untuk kemajuan perusahaan.

Sebenarnya pihak manajemen PT. Pos menyadari kondisi yang ada dan salah satu  strategi mereka saat ini antara lain melakukan persiapan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun 2013 nanti. Meski rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pemegang saham, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan DPR RI. (sumber : finance.detik.com)

Dimana "dana" dari penawaran saham perdana itu nanti akan digunakan perseroan untuk pengembangan bisnis, mulai dari ekpansi kantor cabang hingga IT. Antara lain untuk perbaikan kantor pos di pedesaan hingga pengembangan fasilitas dan sarana dibidang IT.

Melihat itu satu sisi kita turut mendukung rencana tersebut, tapi sisi lain terlihat jika ternyata masalah "dana" yang selama ini menjadi kendala PT Pos untuk bisa mempertahankan reputasinya sebagai satu-satunya perusahaan negara yang memiliki kualitas pelayanan terbaik . Ironis sekali memang, karena lagi-lagi "dana" menjadi salah satu alasan utama BUMN pada umumnya dalam mengembangkan serta mempertahankan apa yang telah ada.

Ini semua pendapat pribadi warcoff sebagai orang awam, paling tidak waktu kecil pernah melihat dan merasakan sendiri betapa "kedatangan Pak Pos" yang bersepeda ataupun bermotor selalu meninggalkan kesan tersendiri, terutama dari pelayanan yang diberikan oleh mereka, entah itu dari cara mereka menyampaikan dan berbicara pada pelanggan yang tidak hanya menunjukan rasa simpati tapi juga empati yang mendalam :). Semoga manfaat.

Comments

  1. Saat ini kantor pos sudah mengembangkan sayapnya, agar bisa tetap eksis setelah masa kejayaan surat dan wesel mulai meredup.

    Haiii.., apa kabar? maaf banget baru bisa mampir sekarang, setelah sekian lama absen.

    ReplyDelete
  2. iya bener, berkesan banget kalo pak pos datang dengan sepeda atau motornya. sekarang kadang masih ada pak pos yang datang sih, cuma saya jarang ketemu, dsoalnya pas jam kantor sih.

    tapi buat saya, PT Pos Indonesia ini masih sangat saya akrabi, karena saya juga pengumpul perangko sih, jadi masih sering bertandang kesana buat cari-cari.

    ReplyDelete
  3. saiia justru bingung di era seperti sekarang ini sama fungsi dari kantor pos :( hiks hiks hiks apa saiia nya yg uda keterlaluan iia?!?!

    Indonesian Strong from Home

    ReplyDelete
  4. kalo liat Pos ini jadi kasian saya
    udah Pos-nya semakin tergerus teknologi
    sekarang jadi usaha segala macam lagi buat nyelametin merek dagangnya
    liat aja
    bayar listrik sampe pajak bisa dilakukan di kantor pos
    jadi terkesan gak eksklusif lagi yaaa

    ReplyDelete
  5. Saya jadi merindukan Pak Pos ni Mas. Meski masih ada sih, tapi udah jarang ngeliat. Tapi kalo soal kantor pos, saya masih akrab, sebagai penggemar perangko.

    ReplyDelete
  6. ngomongin soal post khususnya pak post
    aku teringat sama pak post baek hati yang nganterin kiriman paket mana udh tua tp semangatnya 45

    btw, makasih udh berkunjung salam kenal ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts