Tipe-Tipe Pedagang di Indonesia

Berdagang merupakan lapangan pekerjaan yang paling besar dan tak akan pernah lekang oleh zaman. Karena untuk memulai jenis pekerjaan ini tidak selalu butuh modal uang, kadang cukup dengan modal panca indra yang kita miliki.

Di Indonesia, ada etnis-etnis tertentu yang sejak dulu terkenal sebagai suku pedagang, antara lain orang Padang, warga keturunan Cina, dan Makasar. Mereka kebanyakan menjadi pedagang karena turun temurun dan "bakat" dagang itu telah terasah sejak mereka kecil.

Namun pekerjaan berdagang juga menjadi pilihan sebagian orang dari suku manapun, semua itu antara lain karena kebutuhan dan kesempatan bekerja di bidang lain sangat terbatas. Terutama saat ini, dimana jumlah tenaga kerja dengan lapangan kerja yang ada tidak berimbang.

Nah disini warcoff ingin berbagi tentang tipe-tipe pedagang sebagai berikut : (versi warcoff)
  • Pedagang Independent, adalah jenis pedagang yang mandiri secara perorangan/kelompok, baik dari segi modal, tempat berjualannya dan jenis dagangannya. Contoh : Pemilik warung/kios/warnet/restoran/, Pedagang pasar, Pedagang online/maya, etc
  • Pedagang Kantoran, adalah jenis pedagang (produk/jasa) yang dipekerjakan atau bekerjasama dengan perusahaan/perorangan. Contoh : Salesman/girl, Pialang saham, Broker, Agen
  • Pedagang Musiman/kondisional, adalah jenis pedagang (produk/jasa) yang hanya ada pada saat-saat tertentu. Contoh : pedagang durian/duku, Penjaja villa, etc
  • Pedagang bebas, adalah jenis pedagang yang menjual dagangan (produk/jasa) orang lain/milik sendiri, bisa berjualan dimana saja dan kadang tanpa ada batasan waktu. Contoh : pedagang asongan, pedagang sayur keliling, makelar, calo etc
Tipe-tipe pedagang diatas sekali lagi bukan teori baku, hanya sekedar pendapat pribadi warcoff :). Dan secara umum pekerjaan berdagang adalah suatu pekerjaan yang sangat dinamis, artinya tingkat perubahan sangat rawan terjadi antara lain perubahan jenis dagangan, tempat, dan harga. 

Tingkat keberhasilan seorang pedagang dapat diukur dari bagaimana mereka bisa menyikapi setiap perubahan tersebut, bisa dikatakan seorang pedagang dituntut untuk memiliki jiwa entrepreneurship. Dimana mereka harus mahir melakukan suatu usaha/peluang baru serta pandai menggabungkan dan mengupayakan berbagai elemen terkait hingga usahanya tersebut dapat berjalan dan tetap menghasilkan sesuatu.

Atau jikapun belum memiliki jiwa entrepreneurship minimal harus punya mental pantang menyerah dan  ideapreneur. Apakah ideapreneur itu ? (sumber : http://portalukm.com/ideapreneur/Kafi Kurnia) ideapreneur adalah generasi entrepreneur yang bermodalkan ide. Karena pada dasarnya bisnis cuma memerlukan ide, selebihnya adalah kemauan dan kreatifitas menjual. Meskipun kreatifitas itu hanya dengan bentuk praktek yang paling sederhana/seadanya sekalipun.

So buat semua yang masih dalam status pencari kerja, ayo coba jadi pedagang minimal dengan mengembangkan ide yang kita punya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada terutama media internet ini :). 

Dan saat ini sebenarnya tidak ada alasan bagi para fresh graduate untuk membuang waktu percuma hanya untuk menunggu panggilan kerja yang tidak pasti karena fasilitas untuk mandiri dan berkembang sudah tersedia dan mudah. Lain dengan 5 atau 10 tahun lalu, dimana fasilitas dan kemudahan tidak sebanyak sekarang. Semoga manfaat.

Comments

  1. bener koq penggolongannya versi Mas Warcoff ini. kreatif banget.

    saya setuju kalo ini sebagai solusi saat kemudahan susah didapat. dan kalopun seseorang sudah mempunyai pekerjaan tetap pun, berdagang tetap bisa sebagai sampingan.

    ReplyDelete
  2. blognya dah saya follow#113 follbek ya... membaca artikel ini sangat membantu saya,, karena saya termasuk juga pedagang jasa.. hehe.. makasih ya sob..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts