Makna kebebasan (Nyata atau Semu)

Salah satu iklan komersial dari sebuah operator seluler mengangkat tema kebebasan dengan kalimat "bebas itu nyata". Iklan bertag line "alwaysOn" yang sekarang ini bisa dilihat di televisi dan media-media online ataupun offline . 

Iklan ini membahas tentang makna "kebebasan".  Arti sebuah kebebasan yang nyata, dimana bebas itu adalah kebebasan tanpa batas. Menariknya, pada awal iklan menceritakan tentang bentuk kebebasan yang semu, atau kebebasan dengan batasan tertentu. Pada iklan tersebut dicontohkan antara lain sebagai berikut :
  • Bebas kemana saja dan melakukan apa saja tapi hanya sampai jam 10 malam.
  • Bebas berekspresi tapi rok masih harus dibawah lutut
  • Bebas memilih jodoh asalkan satu suku
  • Bebas memilih tapi harus memilih dari beberapa kriteria yang telah ditentukan.
Ditegaskan pada iklan tersebut tentang kebebasan yang membuat kita terbatas/bersyarat adalah kebebasan yang omong kosong, yang tentu saja ini maksudnya menyindir para pesaingnya. Apakah mereka yang paling bebas  ? tanya siapa hehe.

Disini warcoff tertarik membahas penggunaan kalimat bebas itu nyata, disini mengandung makna tentang kebebasan yang sesungguhnya. Bukan sekedar kata tapi juga bukti.

Bebas menurut KBBI diartikan sebagai berikut :

(1) lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa)
(2) tidak terikat atau terbatas oleh aturan, dsb
(3) lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb

Tapi ada pertanyaan, apakah ada bebas yang sebenarnya/nyata di dunia ini ? jawabannya tidak. Bisa dikatakan kebebasan hakiki itu sebenarnya semu, kita bebas atau merasa bebas dari satu hal yang mengekang kita selama ini tapi disadari atau tidak, tetap ada "syarat/batasan" yang harus kita terima atau lalui.

Namun kebebasan semu inilah (menurut warcof) yang membuat hidup ini jadi menarik. Tanpa adanya batasan, maka akan lebih sulit bagi kita untuk meraih tujuan. Singkatnya batasan itulah yang "seharusnya" mempermudah kita dalam meraih tujuan.

Wujud dari batasan itu memang beragam, tergantung dari jenis kebebasan yang ada. Seperti blogger yang bebas menulis tentang apa saja, tapi tetap ada batasan salah satu contohnya tidak boleh menulis tentang kejelekan orang/ kelompok/golongan tanpa ada bukti hukum yang jelas.

Begitu juga dengan berkomentar, dimana kita bebas mengomentari setiap tulisan orang lain, tapi tetap ada batasan dimana tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, berkata-kata kasar, etc.

Dengan adanya batasan, maka kita tahu apa kekurangan dan kelebihan dari proses pemecahan suatu permasalahan. So kebebasan itu memang semu atau boleh dikatakan relatif, dan ini harus kita terima sebagai suatu anugerah. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. kebebasan yang bertanggung jawab, kebebasan pers, dan bebas aktif, adalah beberapa frase yang menunjukkan betapa kebebasan adalah berbatas dan bernorma. tanpa itu, kebebasan tak ada induknya, jadilah keliaran dan barbar. itu juga yang banyak diterjemahkan beberapa kaum di sini, bahwa kebebasan adalah bebas sebebas-bebasnya. itu yang mengecewakan.

    ReplyDelete
  2. kebebasan yang seharusnya tidak digunakan untuk sebebas2nya... harus ada aturan juga..hehe

    ReplyDelete
  3. @Zach : iya betul mas, kebebasan yang diartikan sangat bebas bisa melakukan/berbuat apa saja yang sepertinya menjadi suatu "kebanggaan" tersendiri orang/kelompok tertentu. Inilah yang harus diluruskan, jika bebas yg nyata itu hanya semu :)

    ReplyDelete
  4. sebenarnya bebas yang bertanggung jawab enak sih ya Mas. ada keleluasan, fleksibilitas, tapi tetap dapat dipertanggungjawabkan

    ReplyDelete
  5. . . tapi dari kata bebas itu kelihatan nya rada menakutkan. takut akan ketidakterbatasan. nanti malah jadi buruk. so,, . .

    ReplyDelete
  6. bicara soal kebebasan , waktu saya masih ABABIL mungkin berpikir bebas itu hanya sebatas bebas tanpa aturan .
    tapi sekarang saya sadari , kalo kita bisa bebas tanpa aturan .
    apa yg akan terjadi dengan hidup kita ke depannya ?

    ReplyDelete
  7. @Heni : ya intinya tak ada bebas yg sebebas2nya, meskipun kita berkata " hei inilah aku, orang bebas" tapi disadari atau tidak ada sesuatu yg selalu menjadi batasan, antara lain umur, waktu,etc :D

    ReplyDelete
  8. @waroeng coffee iya bener banget tuh , kebebasan dalam hal positif aja .
    "think again"

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts