Menulis sebagai kebutuhan

Menulis seperti kita ketahui adalah bagian dari hasil pengamatan, baik oleh kita sendiri ataupun dari hasil pengamatan orang lain. Pengamatan yang berupa membaca, melihat atau mendengar. Yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tulisan berdasarkan latarbelakang pengetahuan, tujuan dan pola pikir si penulis.

Walaupun tidak semua hasil pengamatan tersebut akan dituangkan kedalam tulisan, bisa juga hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut bahkan hanya tersimpan di dalam pikiran (mbathin) hehe.

Menulis itu seperti bercerita dengan berbagai gaya penyampaian dan penyajian. Layaknya berbicara tapi disampaikan melalui abjad atau aksara dengan tanda baca sebagai penanda.  Dan penulis dengan level apapun pasti ingin tulisannya menarik atau minimal bisa dimengerti oleh para pembacanya.

Seperti halnya orang jaman dulu, apa yang mereka lihat dan rasakan disampaikan dengan tulisan melalui media yang tersedia saat itu, seperti batu, daun lontar, tanah liat, kain, etc. Yang jadi pertanyaan adalah darimana mereka belajar menulis ? nah warcoff belum menemukan jawabannya :).

Terlepas dari itu, bagi blogger seperti kita, menulis adalah kewajiban karena tanpa tulisan maka blog akan menjadi tidak bernyawa. Walaupun blog itu isinya gambar atau foto bahkan iklan doang, tetaplah dibutuhkan tulisan, paling tidak berupa judul atau keterangan gambar :).

Menulis juga akan berkembang menjadi kebutuhan saat dimana kegiatan menulis telah menjadi aktifitas rutin, entah itu karena tuntutan pekerjaan ataupun sekedar mengisi waktu luang. Tahap inilah yang menjadi salah satu faktor eksistensi seorang blogger.

Artinya sesibuk apapun pekerjaannya di dunia nyata, maka akan selalu ada waktu tersendiri untuk menulis meskipun hanya berwujud tulisan yang kadang terkesan dipaksakan :). Selain itu yang membedakan biasanya adalah frekuensi dalam mempublikasikan tulisan tersebut.

Menulis juga bisa menjadi obat yang mujarab, terutama yang terkait dengan pikiran. Warcoff yakin pasti semua pernah merasakannya. Contohnya ketika kegalauan melanda lalu dilampiaskan dengan tulisan maka dijamin galau itu akan berkurang dan lambat laun sirna hehe. Kenapa bisa begitu ? karena dengan menulis otomatis mengontrol pikiran kita untuk lebih terbuka dengan melepaskan kegundahan secara positif artinya tidak menyinggung orang lain secara langsung :).

So ayo menulis, karena menulis adalah kegiatan yang positif dan bermanfaat terutama bagi kita blogger. Jika dalam dunia jurnalisme professional ada istilah “tulislah berdasarkan apa yang kau pikirkan/inginkan, bukan berdasarkan apa yang kau lihat atau rasakan” maka untuk blogger “tulislah berdasarkan apa yang kau lihat dan rasakan” hehe. Semoga manfaat. 

Comments

  1. sebagai curahan inspirasi yang ada di dalam pikiran...

    ReplyDelete
  2. Menulis pada awalnya sulit bagi saya, namun saya coba melakukannya. Setidaknya gaya bertutur atau pengalaman lebih saya sukai. Blogwalking, izin Follow ya.

    ReplyDelete
  3. menulis jika sudah menjadi kebutuhan, benar-benar terasa nikmat saat kita kemudian menuangkannya.
    ada rasa plong yang menyegarkan. luar biasa, anugerah Tuhan benar-benar nih kegiatan yang bernama menulis.

    ReplyDelete
  4. . . sayang nya aq gak menulis, melainkan mengengetik. he..86x . .

    ReplyDelete
  5. setuju... ayok menulis.
    menulis itu asyik

    ReplyDelete
  6. kalo buat penulis: Ide Sebagai Kebutuhan Pokok :)

    salam blogwalking mas

    ReplyDelete
  7. . . belum ada yang baru nich?!? padahal aq menanti loh. he..86x . .

    ReplyDelete
  8. saya penah menulis sebagai ajang pelarian ketika masa sekolah dulu
    hehe....

    salam persahabatan

    ReplyDelete
  9. enak ya menulis sudah menjadi kebutuhan. kalo saya menulis masih harus melalui proses pemaksaan. wkwk..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts