COD (cash on delivery)

Bagi yang sering belanja atau transaksi secara online pasti sudah terbiasa dengan istilah COD atau cash on delivery. COD merupakan salah satu alternatif terbaik dalam transaksi online untuk meminimalisir terjadinya penipuan, karena pembayaran dilakukan setelah barang diterima oleh pembeli.

Sistem COD ini biasanya diterapkan oleh penjual-penjual independen dalam satu daerah atau lokasi seperti para pengiklan di toko bagus atau berniaga. Contohnya jual kamera slr milik pribadi dan sebagainya.

Tapi ternyata sistem COD ini hebatnya sudah diterapkan disalah satu penyedia jasa transkasi online besar. Selain menggratiskan ongkos pengiriman ke seluruh Indonesia mereka juga sudah menerapkan sistem COD ini.

Memang konsekuensinya pihak penyedia jasa harus memiliki agen khusus di setiap daerah jangkauannya untuk melayani jenis pembayaran ini. Resiko lain dari sistem ini adalah rentan terjadi "pembatalan" pembelian karena itu juga menjadi hak konsumen dan belum ada perjanjian terikat yang mengharuskan konsumen membayar barang yang sudah diantarkan.

Nah beberapa waktu lalu warcoff coba memesan produk di penyedia jasa tersebut dengan sistem COD, warcoff pingin lihat seberapa besar komitmen mereka dengan sistem itu. Maksudnya dengan membeli produk via COD dibawah harga satu juta, apakah akan tetap direspon dengan baik sebagaimana pembeli yang membayar melalui transfer bank :).

Berdasarkan prosedur yang ada, mereka akan melakukan kontak telpon dulu pada pembeli untuk memastikan pembelian. Kebetulan warcoff lagi ada kesibukan saat mereka menelepon hingga tidak bisa menerimanya, lalu ada sms dari CSnya yang meminta warcoff mengontak mereka atau merespon sms tersebut.

Warcoff pilih untuk membalas sms itu saja dan meminta untuk di call lagi. Tapi setelah lama menunggu belum ada lagi telpon dari mereka. Bayangan atau harapan warcoff, pihak penyedia jasa tersebut segera menelepon lagi karena itu juga bagian dari bentuk pelayanan konsumen. Apalagi baru sekali mereka melakukan kontak untuk kepastian.

Jadi sampai sekarang warcoff masih menunggu, apakah transaksi by COD ini akan tetap ditanggapi atau akan dianggap sebagai "permintaan iseng belaka" :). Dari kacamata bisnis warcoff bisa memaklumi, tapi dari sisi konsumen warcoff merasa tidak puas dengan respon yang diberikan. So ini masih penilaian sepihak saja, dan sekedar persepsi tapi kalau ada yang punya pengalaman bertransaksi online dengan sistem ini, silakan di share di kolom komentar :). Semoga manfaat.

#NB : ternyata barang dikirim n sesuai dengan permintaan, ini baru namanya layanan berkualitas :)

Comments

  1. Sepertinya BB ya bang... bayar belakang
    Sip infonya

    ReplyDelete
  2. kalo beli buku online dg sistem COD biasanya dikenakan ongkir lebih mahal.

    ReplyDelete
  3. mereka sebagai pedagang tentu juga berhitung dengan biaya menelfon kan, hehe.. mereka pasti lebih suka yang ditelfon. mungkin ada yang berfikiran begitu Mas.

    kalo saya belum biasa COD, kalaupun pesen biasanya udah transfer dulu, baru nunggu barangnya dateng.

    ReplyDelete
  4. @Mas zach ; nah makanya ane pingin coba pake sistem itu mas hehe, mau liat sbrp besar komitmennye, n ternyata no call again only sms n email hehehe

    ReplyDelete
  5. mungkin mereka kira itu cuma yg iseng aja , saya juga suka di isengin orang mas hehe .
    tapi kalo saya pribadi insyaallah memberikan pelayanan terbaik :)

    ReplyDelete
  6. wah pantes aja, saya ga sering belanja makannya ga tau apa itu istilah cod, kwkwkw...

    ReplyDelete
  7. wah sangat membantu aku nih postingannya..
    terima kasih mas bro.. :)
    i like it..

    ReplyDelete
  8. COD itu ada yang menagrtikan juga sebagai bayar dulu baru dikirim :)

    ReplyDelete
  9. pak, di cek ini ya http://nufadilah.blogspot.com/2012/08/and-winners-are.html maaf ga baca postingannya lagi buru2

    ReplyDelete
  10. wahhh manteb nih sobat...
    mungkin lain kali saya akan coba COD ini :)

    ReplyDelete
  11. Kapan-kapan coba deh yang namanya COD :D

    ReplyDelete
  12. Saya sering mas pakai sistem ini ketika beli barang, namun harus hati-hati beli barang pernah 2x saya COD ternyata barang tidak dikirim, lha mau komplain orangnya ilang maklum bisnis online, membuat saya musti harus lebih teliti dan hati-hati dalam bertransaksi,

    ReplyDelete
  13. Jaman saya gunakan COD ini saat pesan kamus Elektronik saat saya di bekasi sekitar tahun 2002 gitu deh

    Tokonya saya liat dari koran atau majalah. Tidak online. Lalu saya kontak nomor telepon CS nya dan menyebutkan nama barang, nomor kode pesanan dan harganya. Barang pun tiba di rumah. Salam

    ReplyDelete
  14. awah awalnya ane gak tau yang beginian,,sekarang mah sering ane lakukan..

    ReplyDelete
  15. artikelnya sangat berguna sekali buat saya sob, soalnya terus terang saja kalau istilah Sistem COD sampai sekarang saya belum tahu, karena belum pernah coba, ...mudah^an ini sangat bermanfaat biat saya sob...
    Terima kasih atas infonya

    ReplyDelete
  16. Sering buanget ane praktekin gan, hehe..

    ReplyDelete
  17. Wah,,sayang nya ane gak pernah pake COD gan,..!!!
    Nyimak aja deh,..
    :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts