Memaknai Kemerdekaan Indonesia (Nafsu dan Ketamakan)

Merdeka atau mati, tentu kita masih ingat dengan semboyan para pejuang kemerdekaan tersebut. Ungkapan yang mampu membawa semangat pantang menyerah dan keihklasan berkorban demi meraih kemerdekaan Indonesia.

Dan salah tujuan dari peringatan hari kemerdekaan pada tanggal 17 agustus nanti adalah mengenang semangat para pahlawan bangsa tersebut sehingga kita saat ini dapat merasakan kemerdekaan atau telah diakui sebagai bangsa yang merdeka :).

Meskipun pada kenyataannya setelah hampir 67 tahun merdeka, sebagian besar rakyat negeri ini belumlah bebas merdeka untuk mengelola dan menikmati hasil sumber alam bumi Indonesia tercinta ini.

Tapi paling tidak, kita bisa merasakan kemerdekaan dalam mengungkapkan ekspresi, belajar, bekerja dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Ini adalah suatu hal yang harus kita syukuri sebagai bangsa yang merdeka.

Selain itu, peringatan hari kemerdekaan seharusnya bukan hanya menjadi ajang seremoni semata, tapi juga menjadi perenungan yang mendalam bagi kita semua. Untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang ada sekaligus melakukan intropeksi agar terus memperbaiki diri, mental, intelektual dan spritual sehingga kedepan terus menjadi lebih baik.

Makna kemerdekaan memang berbeda bagi setiap individu. Dan makna/rasa kemerdekaan menurut ajaran agama, yang warcoff kutip dari ceramah seorang ustad di tipi, bahwa makna/rasa "kemerdekaan" sesungguhnya bagi setiap manusia tidak terlepas dari unsur nafsu dan ketamakan yang kita miliki.

Nafsu dan ketamakan inilah yang membuat semu makna kemerdekaan. Sehingga kemerdekaan lebih dimaknai sebagai kebebasan dalam melampiaskan nafsu dunia tanpa batasan yang akhirnya berwujud keserakahan. Tidak heran jika korupsi, ketidakadilan, kemaksiatan, kejahatan dan sebagainya menjadi borok yang menghiasi kemerdekaan negeri ini.

Intinya nafsu dan ketamakan adalah dua unsur penting yang harus kita kendalikan sebagai manusia dalam rangka memaknai dan menikmati kemerdekaan atau kebebasan yang sesungguhnya. Dan bulan suci ramadhan ini adalah ajang yang paling tepat untuk belajar mengontrol semua itu. Semoga manfaat.

#bersama tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih pada mbak NF yg tlh berbagi award indah ini :)

Comments

  1. saya pernah memasuki masa penjajahan pasca kemerdekaan, yaitu saat menikah. waduhh berat banget menjalani dimensi itu saat itu, Mas. hehe..
    tapi rupanya itu akan berjalan sesaaat, karena dimensi kemerdekaan yang berbada akan senantiasa tercipta. hehe, hepi ending.

    btw, beberapa tahun terakhir kan peringatan 17-an pas ramadhan ya, jadi agak kehilangan momentum itu ya. tahun depan udah nggak bareng sama ramadhan, bahkan berurutan, menjadikan suasana makin asyik. ramadhan-idul fitri-17an.

    ReplyDelete
  2. kemerdekaan itu memang seharusnya dijadikan ajang perenungan buat kita semua , terutama buat membasmi para penjahat negara :)

    ReplyDelete
  3. Bagi saya selama masih ada "perbudakan" modern seperti pemerasan tena kerja Indonesia di Luar Negeri, dan kemakmuran rakyat yang belum terjamin saya rasa negara ini belum merdeka sepenuhnya

    ReplyDelete
  4. merdeka atau mati? Kayaknya kok pilihan yang sulit mas, gimana kalau merdeka dan tidak mati? Eh iya 17san kali ini kayaknya agak berat ya soalnya jatuhnya pas ramadlan, apalagi ntar jumat ane upacara,,, piye mas memaknai kemerdekaan dengan panjat pinang?

    ReplyDelete
  5. @Mas Zach : iya mas, tapi ane pingin segera merasakan dimensi itu hehehehehe

    @KAng Artha : itukan semboyan jaman dulu mas, klu skrg dah berubah "gue merdeka loe terserah" hehehe
    klu ditempatku dah jarang panjat pinang mas, mungkin krn pohon pinangnya dah langka hehehe

    ReplyDelete
  6. MERDEKA !!, tampaknya menjaga kemerdekaan itu lebih sulit daripada meraihnya. Lalu di lawan dari bangsa Indonesia saat ini pun sangatlah sulit karena melawan bangsanya sendiri. Tetap optimis !

    ReplyDelete
  7. bebas merdeka dari hawa nafsu yang menguasai diri, sehingga dapat selamat di dunia dan akhirat itulah kemerdekaan yang kudambakan....btw-selamat ya atas perolehan awardnya :)

    ReplyDelete
  8. ya merdeka itu bisa mengandung arti banyak...

    ReplyDelete
  9. wakakakaka, 17 san-nya sekarang geser ke september mas abis mudik , lomba panjat pinang ganti lomba panjat tembok

    ReplyDelete
  10. Kita memang sudah merdeka, dan itu juga hasil perjuangan para pahlawan. sebagai generasi kita perlu bersyukur dengan merenung dan menghargai para pejuang kita.
    selamat Ats keberhasilannya sahabatku..
    terima kasih

    ReplyDelete
  11. Negara ini belum merdeka, msih bnyk produk asing yg menjajah pasar Indonesia. Sadar atau tdk, negara ini masih dijajah, tetapi dijajah dgn berbagai produk asing.

    ReplyDelete
  12. hadir kembali di sini sahabatku, selamat menjalankan ibadah puasa, dan selamat memuju hari raya idulfitri, semoga semua lancar dan sukses..
    salam...dan terima kasih

    ReplyDelete
  13. bener kata pak ustad...

    emang susah ngelawan nafsu dan tamak.. :)

    ReplyDelete
  14. hehehee dapet banyak award ya, bagi dongg awardnya.

    ReplyDelete
  15. kembali hadir untuk silaturahmi sobat...
    terima kasih

    ReplyDelete
  16. postingan yang luar biasa, sangat tersentuh dengan pemaknaan kemerdekaannya..
    i like it..
    salam super saahabatku...

    ReplyDelete
  17. semoga di hari kemenangan kita merdeka dari nafsu ketamakan tersebut....selamat ya atas perolehan awardnya :)

    ReplyDelete
  18. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    ketika akhir Ramadhan berlalu berganti fajar Syawal, izinkanlah saya mengucapkan salam dan doa,
    Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
    Semoga ALLAH menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan ,
    dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
    SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN IDUL FITRI,
    bila ada salah dan khilaf selama ini, baik yang disengaja atau tidak disengaja, mohon dimaafkan lahir dan bathin,
    Wassalam

    ReplyDelete
  19. Sebaiknya mari keta merenung....
    Dirgahayu negeriku Dirgahayu bangsaku

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts