Kisah Di Akhir Bulan

Alkisah di akhir bulan agustus lalu, seorang rakyat sedang mengendarai sepeda motor pinjaman. Saat melewati sebuah pos penjaga, tiba-tiba dia disuruh berhenti oleh seorang penjaga pos tersebut. Tentu si rakyat merasa terkejut karena merasa tidak berbuat kesalahan.

Lalu terjadilah dialog diantara mereka, sebagai berikut :

Rakyat : ada apa pak, kenapa saya disuruh berhenti ?
Penjaga : (tidak dijawab, malah balik bertanya) bisa lihat surat-surat kelengkapannya ?
Rakyat : (bingung, tapi patuh) ini pak…
Penjaga : wah!!! SIM dah habis masanya, STNK belon bayar pajak tahun ini, dan… nah ente pake plat yang bukan aslinya…
Rakyat : (dalem ati : waduh sialan)…saya baru mau akan mengurus perpanjangan SIM pak, STNK n plat ane kagak tau, soalnye ini motor minjem…
Penjaga : ayo ikut ke pos…
Rakyat : baiklah

Setelah sampai di Pos, ternyata ada penjaga lain disana, bertubuh gendut seperti sosok penjaga yang selalu setia menjaga posnye hehe, kemudian terjadilah dialog lagi antara si rakyat dan dua penjaga tersebut :

Penjaga 1 : ente ini banyak kesalahan, mau bagaimana ?
Rakyat : terserah bapak aja deh…
Penjaga 2 : oke ditilang and motormu ditahan atau titip bayar ama kita ?
Rakyat : (motor ditahan ? bingung karna gak pernah tau ada peraturan seperti itu) mmm ditilang aja pak, tapi minta surat tilang warna blue…
Penjaga 1 : warna blue ? mana? (sambil menunjukkan surat tilang yang semuanya berwarna kuning)
Nb : ternyata saat ini surat tilang metal dan blue sama-sama disidang bukan seperti dulu lagi
Rakyat : (tambah bingung, katanya ada 5 warna, kemana warna lainnya ???) ya udah titip bayar aja pak, berapa ?
Penjaga 2 : sekian ratus ribu rupiah….
Rakyat : mahalnya…seperempatnya aja pak, lagi gak ada uang…(coba menawar)
Penjaga 2 : wah gak bisa!
Rakyat : tolonglah pak….
Penjaga 2 : kita ini sudah coba bantu loo
Rakyat : setengahnya aja ya, please…(dengan tampang memelas)
Penjaga 1 dan 2 berunding : bla bla bla bla
Penjaga 2 : ya udah…
Rakyat : (dengan sangat tidak ikhlas, merogoh dompetnya dalam-dalam)

Dan, akhirnya semua berakhir “damai” sesuai skenario para penjaga tersebut :).

Terkait kisah diatas, warcoff ingin membahas tentang UU No.22 tahun 2009 yang menyangkut masalah Plat, SIM dan STNK sebagai berikut :

  • Penggunaan Plat asli, Pasal 280 menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tidak dipasangi plat/tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh kepolisian akan dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.
  • SIM (Surat ijin mengemudi), ada dua pasal yaitu :
Pasal 281, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tidak memiliki SIM akan dipidana kurungan selama 4 bulan atau denda paling banyak 1 juta rupiah
Pasal 288 ayat 2, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah akan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak 250 ribu rupiah
  • STNK (surat tanda nomor kendaraan), Pasal 288 ayat 1,setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi STNK atau STCK akan dipidana paling lama 2 bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.
Dari ketiga pasal tersebut, kesalahan fatal dari rakyat diatas adalah penggunaan plat/tanda nomor kendaraan yang tidak asli/buatan. Tapi mengenai SIM yang belum diperpanjang atau STNK yang belum bayar pajak tidak bisa dikenai pasal 281, 288 ayat 1 dan 2 karena selama SIM dan STNK yang dimiliki sah atau asli tidak berhak ditilang :).

Tapi memang, kebanyakan kita sering sudah kalah mental duluan sewaktu terkena razia atau pemeriksaan :). Selain itu penahanan sepeda motor bagi pengendara yang tidak atau belum memperpanjang SIM atau membayar pajak STNK masih menjadi pertanyaan, adakah UU yang menyatakan hal itu ?

Yang lebih penting bagi kita para pengendara untuk menghindari hal-hal tersebut adalah :
1. Update SIM dan STNK bila masanya sudah habis
2. Gunakan plat asli jangan yang buatan
3. Hindari pos-pos penjaga, jika motor kita tidak memiliki kelengkapan standar hehe

Semua itu agar jangan sampai kita keluar uang untuk hal-hal yang tidak seharusnya hehe. Semoga manfaat :).

Comments

  1. tak kira dari awal sebuah cerita ternyata bukan eE malah menyangkut pasal UUD

    aku setuju pernyataan 3 poin terakhir

    kunjungan perdana
    ditunggu kunjungan baliknya

    salam kenal

    ReplyDelete
  2. Wah,,
    apes bgt ya gan,..!!!
    Emang bener2 ya lah para oknum tu,..!!

    ReplyDelete
  3. hahahah.
    ane gann nggak pernah pake stnk, nggak pake plat nomer..
    helm yang chip.

    aman aman saja, spion cuman satu..

    ReplyDelete
  4. bner banget mas , sya juga sering kena tilang mas .
    rasanya itu nyess banget :)

    ReplyDelete
  5. wah, udah mah dapet minjem,,kena tilang pula...

    ReplyDelete
  6. Kalo ga bisa memenuhi no 1,2,3, ya mending naik angkot aja... ga ribet ya bang

    ReplyDelete
  7. @LAtifah : hahahaha lagi apes di bulan tua wkwkwkw

    ReplyDelete
  8. plat nomor tidak orisinal pastilah salah, tapi salah banget dengan membiarkan tukang plat di pinggir jalan tetep menerima order. ini dipiara untuk "kelangsungan tilang" bukan?

    dan hati-hati, banyak pengalaman menunjukkan, banyak petugas bersembunyi di balik tikungan, dan membiarkan rambu lalu lintas terhalang dedaunan.

    ReplyDelete
  9. iya kebanyak kita kalah mental duluan sewaktu terkena razia atau pemeriksaan oleh mereka. salah satunya aku. dulu aku pernah mengalaminya. tubuhku gemetaran, karena blum punya SIM.. hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts