Jenis Musik & Kehidupan

Di kota tempat tinggal warcoff, setiap bis kota rata-rata menyajikan musik berirama disco remix yang bagi sebagian penumpang buat pusing kepala hehe. Musik jenis ini sepertinya tidak hanya menjadi lagu wajib para awak bis kota tapi juga menjadi sajian wajib di pesta pernikahan tertentu.

Musik jenis ini disajikan sebelum dan sesudah pesta pernikahan bahkan hingga jam dua malam. Yang lebih parah biasanya diiringi dengan minuman keras dan obatan-obatan terlarang. Warcoff tidak tahu sejak kapan tradisi ini dimulai tapi sepertinya sudah jadi permakluman tersendiri terutama oleh pihak berwajib setempat :).

Musik berirama cepat atau dinamis memang bisa membuat kita lebih semangat bekerja (efek positifnya). Bagi mereka yang jenis pekerjaannya kasar, aliran musik seperti itu bisa menjadi sugesti untuk mengalihkan masalah kehidupan.

Sama seperti para penggemar dugem yang rata-rata disukai anak-anak muda dan dewasa gaul, tujuannya sama untuk mengalihkan kenyataan hidup, menikmati hidup atau sekedar ikut-ikutan.

Boleh dikatakan yang membedakan diantara kedua penggemar aliran musik diatas hanyalah tempat dan jenis musik. Kalau jenis minuman dan obat-obatan hampir sama saja, terutama efeknya hehehe.

Memang kesannya asik dan hidup terasa begitu bebas bahkan berasa jadi keren, tapi setelah itu leher sakit semua apalagi yang sampai teler dan uang ratusan ribu hingga jutaan habis dalam semalam.

Sebelumnya tulisan warcoff ini bukan untuk menjelek-jelekkan para penggemar musik diatas, tapi lebih ke refleksi diri yang berasal dari pengamatan dan pengalaman pribadi. Warcoff sendiri suka musik clubbing terutama yang di sajikan oleh DJ Riri, Rommy, dan Mumu. Tapi situasional artinya suka disaat tertentu, kadang suka pop, jazz, klasik (piano), music religius, rock ballad, trash metal, dangdut bahkan musik india hehehe.

Intinya apapun jenis musik yang kita sukai, akan lebih berarti dan bermanfaat jika itu bisa membuat kita merasa atau menjadi lebih baik terutama untuk hal-hal yang positif. Semoga manfaat.

Comments

  1. Saya menggunakan musik untuk membantu relaksasi, terutama saat penat akan pekerjaan mulai mendera.

    ReplyDelete
  2. katanya musik itu bisa membuat pribadi kita., kayak kalu denger yg selo kt jd orang selo,..gt bener g ya,..hehehe

    ReplyDelete
  3. @Hany : ya bisa jadi begitu, musik itu punya pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seseorang (kata ahlinye sih gitu hehe)

    ReplyDelete
  4. house music, saya malah pusing tu Mas kalo denger itu. nah kalo musik rock, baru tu keren, hehe

    ReplyDelete
  5. warcoff, kalo aku sih lebih suka lagu dangdut ato ngga lagu india. Apalagi kalo ngeliat pohon, wiiiih...langsung lari ambil selendang+gelantungan tanpa basa-basi* hehe..
    ^_^

    ReplyDelete
  6. @LAtifah : kalau aku liat ce sperti itu lgs deh nyanyi india wkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
  7. iya, yg bahaya tuh minuman kerasnya itu....

    ReplyDelete
  8. wew, keren tuh orang.. brani menyuarakan suaranya.. tentang baik dan buruk musik.. dan like it kalimat terakhir.. izin copas y..

    Intinya apapun jenis musik yang kita sukai, akan lebih berarti dan bermanfaat jika itu bisa membuat kita merasa atau menjadi lebih baik terutama untuk hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  9. @Abi Sabila musik apa nih mas yang pas buat relaksasi? musik klasikkah?

    ReplyDelete
  10. musik itu sebagian dari hidup saya hehe .
    musik itu pokonya mantap deh .
    hidup gue itu musik :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts