Persediaan dan Jasa Pengiriman (Solusi & Kendala)

Kita semua tentu sudah tahu apa itu persediaan, dan apa fungsi dan tujuan dari perencanaan persediaan yang efektif dan efesien. Suatu usaha ataupun proses produksi tidak akan berjalan lancar tanpa adanya persediaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Disini warcoff ingin berbagi tentang salah satu faktor yang mempengaruhi ketersediaan persediaan/stok. Faktor tersebut adalah masalah pengiriman (bahan baku ataupun produk jadi). Jika barang yang kita jual itu berasal luar kota atau mungkin luar negeri, otomatis kita sangat tergantung dengan jasa pengiriman yang ada.

Di negeri ini memang ada banyak pilihan jasa pengiriman, baik itu milik pemerintah dan swasta atau perorangan. Dan saat ini beberapa jasa pengiriman (swasta) yang sudah terkenal menjalin kerjasama dengan perusahaan besar.

Kerjasama itu tentu sangat menguntungkan kedua belah pihak, tapi dampaknya sangat dirasakan oleh pelanggan berskala kecil dari jasa pengiriman tersebut. Antara lain waktu pengiriman yang menjadi terlambat seakan “titipan” kita itu bukan lagi prioritas utama mereka.

Ini dirasakan sendiri oleh teman warcoff, seorang produsen produk kesehatan yang dikomplain pelanggannya karena keterlambatan pengiriman hingga satu minggu, padahal hanya dari Bogor ke Jakarta.

Pihak produsen punya alasan tersendiri untuk tidak berganti jasa pengiriman dikarenakan hanya jasa pengiriman tersebut yang bisa dan mau mengirim jenis produk yang mereka jual. Nah ini juga menjadi salah satu kendala yang cukup pelik bagi para produsen kecil.

Dan dampaknya tentu akan berpengaruh pada “ketersediaan” stok di distributor atau agen-agen yang mereka miliki. Bagi distributor/agen daerah ketiadaan stok akan menghambat proses distribusi dan penjualan sehingga pelanggan dan calon pelanggan akan beralih ke produk lain. Promosi dan optimasi media komunikasi seakan menjadi sia-sia, jika stok barang yang kita tawarkan tidak ada :( .

Bagamana solusinya ? inti permasalahan disini adalah kurangnya jasa pengiriman yang mau dan bisa mengirim semua jenis produk, khususnya untuk pelanggan menengah kebawah/kecil. Warcoff sebenarnya berharap solusi terbaik adalah menggunakan jasa pengiriman punya pemerintah, tapi apa daya merekapun saat ini juga membatasi jenis produk yang bisa dikirimkan.

Jadi solusinya kita harus buat divisi pengiriman sendiri hehehehe, modalnya pinjam duit di bank atau mengajukan modal ke KUR dan sejenisnya. Atau manfaatkan kembali “merpati pos” seperti jaman dulu atau sekalian burung pelican khusus untuk mengirim produk yang beratnya melebih 0,5 kilogram hahahahaha. ( solusi ngawur). Semoga manfaat (:.

Comments

  1. saya punya bisnis yang memerlukan jasa pengiriman. kadang pake bis penumpang Mas, saya taro di bagasi, lalu di terminal kota tujuan, sudah dijemput relasi saya. sejauh ini nggak ada masalah, pendekatan konvensional banget, tapi karena aman dan cepet, saya cenderung pilih ini.

    ReplyDelete
  2. @Mas zach : iya yg pake angkutan darat itu juga salah satu solusi mas, tapi untuk pengiriman luar pulau dengan jenis produk tertentu belum bisa menjadi jalan terbaik :)

    ReplyDelete
  3. @waroeng coffee iya, bener itu Mas. dan lebih parah lagi, produk yang kita deliver ternyata ditolak juga, itu tambah sulit ya Mas, waduhh.

    ReplyDelete
  4. pake merpati pos kurang kuat Mas kalo barangnya berat. gimana kalo kuda terbang? hehe

    ReplyDelete
  5. gimana kalo minta bantuan Om Jin aja??
    :D
    hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts