Timnas Sepakbola Indonesia & Sumpah Pemuda

Hari ini tepatnya 84 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai suku dan etnis, menyatukan kata dan hati untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa yang satu yaitu Indonesia !.

Sumpah pemuda harus kita akui sebagai salah satu tonggak awal kemerdekaan Indonesia, perwujudan rasa nasionalisme itulah yang kemudian membentuk persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras untuk sama-sama berjuang mewujudkan Indonesia yang merdeka.

Tapi saat ini sepertinya rasa Nasionalisme itu sudah semakin berkurang, dan hanya menjadi suatu semboyan yang seakan tidak berarti lagi. Salah satu contoh yang “seharusnya” tidak perlu terjadi adalah masalah perpecahan kepengurusan persebakbolaan Indonesia ini.

Bayangkan, tidak ada Negara lain yang memiliki dua Timnas sepakbola kecuali Indonesia. Sudah “tidak/belum lagi” punya prestasi yang membanggakan, eh para pengurusnya sampai saat ini tidak bisa bersatu. So mau dibawa kemana Timnas kita ini :).

Yang menjadi korban tentu para pemain, dan jutaan penggemar Timnas di negeri ini. Para pemain tentu bingung mau membela “Timnas” yang mana (Timnas A atau B), sehingga pada akhirnya pilihan mereka hanya berdasarkan dari “kompetisi yang diikuti oleh klub yang dibela” jikapun ada yang mau menuruti panggilan Timnas A harus siap menerima konsekuensinya begitupun sebaliknya.

Kenapa tidak bersatu ? kalau menurut warcoff sederhana saja, karena tidak ada yang mau mengalah. Selama masing-masing pihak ngotot mempertahankan pendapat dan keinginannya, maka apa yang telah dicontohkan para pemuda di tahun 1928 lalu tidak akan pernah terwujud.

Begitu juga dengan permasalahan siapa yang harus melatih Timnas, satu pihak ingin pelatih X pihak lain ingin pelatih Y, mungkin akan lebih baik jika keputusan siapa yang melatih diserahkan kepada para pemain dan pencinta Timnas Indonesia. Karena “penilaian” mereka akan lebih obyektif tanpa ada pertimbangan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Yang paling utama itu adalah “satukan kembali Timnas Indonesia”, singkirkan dulu masalah-masalah lain. Kita kan punya bahasa yang satu, yaitu bahasa Indonesia yang kalau boleh dianalogikan bisa berarti “kita sebenarnya punya keinginan yang sama”, so wujudkanlah dulu kesamaan ingin itu, baru kemudian “ambil jalan tengah (yang terbaik) dari perbedaan yang ada”.

Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda, semoga rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia akan terus abadi hingga akhir menanti. Semoga manfaat.

Comments

  1. iya benar aku sangat setuju dengan postingan ini.
    terutama dengan "satukan kembali Timnas Indonesia"

    semangat timnas indonesia..

    ReplyDelete
  2. iya Mas, bosen sekali rasanya denger kisruh di PSSI. kayak anak kecil aja mereka, ribut memperebutkan mainan sambil nangis. temen kos saya dulu sekarang jadi pengurus PSSI. saya berharap besar dia bisa melakukan pembenahan secara dia orang baik selama ini.

    eniwai, semoga PSSI kembali sadar dari pingsannya.

    ReplyDelete
  3. Yang pasti...jangan biarkan 'Bhinneka Tunggal Ika' kita membias menjadi 'Bhinneka Tinggal Kata".

    ReplyDelete
  4. @Rudy Arra jagoan typografi pasti jago kalo ngepas-ngepasin istilah. analog banget tuh.

    ReplyDelete
  5. Benar sekali postingan ini, saya setuju... bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh...

    ReplyDelete
  6. betul ini sob, saat ini pokoknya yang menyangkut kepentingan-kepentingan seolah peduli amat dengan persatuan dalam keragaman

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts