Andai Aku Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Seperti kita ketahui usaha pemberantasan korupsi sudah dimulai sejak jaman orde lama, dan KPK sendiri resmi dibentuk pada tahun 2003. Semua itu menunjukkan jika “keinginan dan kesadaran” untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi sudah tercanang sejak dulu dan ini juga berarti masalah korupsi sudah terjadi dari awal terbentuknya republik ini.

Tapi kenyataannya proses pemberantasan korupsi dari dulu hingga sekarang masih tidak dapat berjalan dengan baik karena kuatnya pengaruh unsur politis dan birokrasi yang berlaku di negeri ini.

Konsep dan tujuan lembaga pemberantasan korupsi seperti KPK sudah sangat bagus, apalagi orang-orang yang dipilih menjadi pejabat pemberantas korupsi bukanlah orang sembarangan. Artinya dari segi kualitas, kredibilitas, integritas dan kemampuan individu tidak perlu diragukan lagi.

Masalah yang terbesar adalah bukan hanya hukuman bagi koruptor yang kurang sesuai tapi bagaimana kelancaran proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap penyelenggara Negara atau tersangka korupsi tanpa ada hambatan prosedur tertentu

Itulah yang dihadapi dan sangat mempengaruhi kinerja KPK saat ini, terbukti dengan masih banyaknya berbagai kasus yang belum tertuntaskan. Jangan sampai nasib KPK seperti kisah lembaga-lembaga anti korupsi sebelumnya yang berakhir tanpa hasil yang nyata.

Untuk itulah, lembaga seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) minimal harus dipimpin oleh seseorang yang tidak hanya punya wewenang tapi juga punya kekuasaan. Karena wewenang tanpa kekuasaan akan hanya menjadi seperti tong kosong nyaring bunyinya.

Kepemimpinan ialah kemampuan orang yang memiliki kekuasaan untuk menggunakannya  Sardjono Jatiman, SH 

Maka dari itu andai saya adalah ketua KPK, saya akan berpegang teguh pada ketentuan Undang-Undang No.30 Tahun 2002, pasal 3 dimana dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun. Artinya KPK punya kekuasaan penuh dalam menjalankan tugas dan wewenang secara maksimal tanpa dipengaruhi kekuasaan manapun untuk mewujudkan visi dan misi KPK.

Mungkin masa jabatan saya tak akan cukup untuk memberantas secara tuntas tindak pidana korupsi (Tipikor) yang sudah menjadi budaya turun temurun.

Maka saya akan memfokuskan program kerja saya pada peningkatan kerjasama dengan semua pihak terkait dan target yang ingin saya capai selama masa jabatan tersebut adalah terciptanya kerjasama yang mandiri, konsisten dan terpadu dengan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendapatkan hasil yang paling optimal .

Saya menekankan pentingnya kerjasama ini karena pelaku korupsi bukan hanya menyangkut satu atau dua orang pelaku, tapi juga kelompok/jaringan tertentu. Tanpa adanya kerjasama yang mandiri, kuat dan konsiten maka niscaya pemberantasan tindak pidana korupsi tidak akan pernah berjalan sesuai target yang ditentukan.

Kerjasama tersebut terutama dengan berbagai pihak berikut :
  • Kerjasama yang terpadu dan selaras dengan semua lini yang ada di struktur organisasi KPK, terutama terhadap komitmen SDM terkait dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
  • Kerjasama yang harmonis, jelas dan tegas dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan KPK. Untuk memperlancar tugas dan wewenang KPK dalam memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi.
  • Kerjasama yang berkesinambungan dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, media informasi, LSM, swasta dan semua kalangan yang peduli untuk saling mebantu memberantas dan mencegah segala jenis tindak pidana korupsi.
Selain itu saya juga akan menyiapkan personel khusus sebagai agen rahasia anti korupsi yang dilatih dan dilengkapi peralatan canggih untuk menyelidiki dan memata-matai siapa saja (individu, kelompok dan instansi) yang disinyalir melakukan tindakan korupsi.

Divisi khusus ini akan langsung dibawah pengawasan saya sebagai ketua KPK, agar dapat lebih mudah mengkoordinir dan mengontrol setiap pergerakan atau aktifitas petugas khusus tersebut dalam menjalankan tugasnya.

Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepentingan rakyatnya”

Sebagai ketua KPK, secara umum ukuran tingkat keberhasilan kepemimpinan saya akan terlihat dari sejauhmana prosentase koruptor dan kelompok/jaringan koruptor yang berhasil saya tangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu.

Namun sebagai pemimpin paling tidak saya bisa dan harus membuktikan jika kekuasaan dan wewenang yang saya miliki, secara tulus dan konsisten ditujukan untuk kepentingan dan kebutuhan bersama. 
Semoga manfaat :).

Comments

  1. divisi khusus nih yang menarik. hehe, semoga tercapai nanti, tak hanya sebagai ketua KPK yang perlu divisi ini kan Mas?

    ReplyDelete
  2. @Mas Zach : betul mas, asal ada dana khusus juga pasti bisa terbentuk hehehe

    ReplyDelete
  3. setelah menulis review laku.com dan memenangkannya
    artikel ini juga berpeluang besar pastinya.
    nah saya?
    :(
    semoga aja dah paling tidak juara harapan hehehe

    ReplyDelete
  4. saya mau nanya bang, cara membuat artikel terkait seperti google di atas itu gimana ya bang?
    saya tidak menemukan tutornya :(

    ReplyDelete
  5. andai aku gayus tambunan .. hehehehe

    btw salam kenal & follback masbro

    ReplyDelete
  6. @Rico : yg penting itu bisa berkreasi bro, menang kalah dah ada yg nilai hehe. Btw soal artikel bisa diliat di blognya achen atau buwel (link sidebar warcoff)

    @Bekti : salam kenal balik

    ReplyDelete
  7. kebayang saya jadi Pak Abraham Samad memang nggak mudah dan penuh risiko. Semoga beliau mampu konsisten ya Mas..

    ReplyDelete
  8. kayaknya menang nih yg ini. hehehe..sip sip

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts