Fungsi dan Peranan Media Sosial (Alat ukur riset pasar)

Media sosial (Social Media) sudah menjadi tempat berkumpulnya/bersosialisasi antar individu ataupun kelompok dengan beragam kegiatan dan tujuan. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari semua itu antara lain sebagai alat ukur yang efektif dan efisien untuk kepentingan pemasaran produk dan jasa.

Namun para marketer sering beranggapan bahwa melakukan pengukuran di social media merupakan hal yang sulit, samar-samar dan tidak mungkin bisa dilakukan. Ternyata anggapan tersebut dinilai keliru, karena semua kegiatan di social media bisa diukur, seperti yang diungkapkan oleh Suzzane Fanning, president of the Word of Mouth Marketing Association, dimana WOMMA menemukan tiga mitos mengenai pengukuran di social media, antara lain: (sumber : marketing.co.id)
  • Mengukur “Likes” dan “followers” setara dengan mengukur keberhasilan di social media.
  • Melakukan pengukuran di social media sama halnya dengan melakukan pengukuran di tradisional media seperti TV.
  • Melakukan pengukuran di social media haruslah diukur secara independen
Contoh pengukuran melalui media social tersebut salah satunya pemberian penghargaan Social Media Award kepada merek-merek yang berhasil dan sukses meraih prestasi di media sosial. Seperti diketahui Social Media Award ini adalah sebagai bentuk penghargaan terhadap future leader company yang siap menghadapi era digital dan memenuhi kebutuhan konsumen masa depan. Selain itu menjadi ajang benchmarking untuk melihat kinerja perusahaan dibandingkan dengan para pesaingnya dalam menjalankan strategi pemasaran digital

Yang menarik disini adalah proses pengumpulan data untuk penentuan merek terbaik dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara memonitor pembicaraan konsumen di social media. Dengan menggunakan sistem pemantauan social media, data tersebut lalu diproses menjadi angka, yaitu frekuensi merek di-mention oleh konsumen. Data mention tersebut kemudian dikelompokkan lagi menjadi Positif, Netral, dan Negatif. Selanjutnya dengan menggunakan program MediaWave, data diproses sehingga menjadi Earned Media Share of Voice by Sentiment Index.

Ada pun Earned Media Share of Voice by Sentiment Index ini didapat dari rumus: (Positive brand mentions dibagi dengan Total positive mentions dalam kategori) + (Neutral brand mentions dibagi dengan Total neutral mentions dalam kategori) – (Negative brand mentions dibagi dengan Total negative mention dalam kategori). Merek-merek pemenang dipilih berdasarkan merek-merek top yang masuk dalam solid media index. (sumber : http://www.pikiran-rakyat.com)

Warcoff tertarik dengan metode yang digunakan tersebut yaitu Earned Media Share of Voice by Sentiment Index, dimana metode ini sepertinya mirip dengan metode sentiment analysis. Terutama dalam penentuan kategori positif, netral dan negatif. Masalahnya seperti kita ketahui sentiment/opini sulit untuk diukur dikarenakan satu kata dalam symantec bahasa Indonesia mempunyai arti lebih dari satu. Selain itu hingga 2011 lalu, hampir sebagian besar penelitian di bidang sentiment analysis hanya ditujukan untuk Bahasa Inggris karena Tools/Resources untuk bahasa Inggris sangat banyak sekali.

Sebelumnya apakah metode Sentiment Analysis/opinion mining itu ?(sumber : http://alfan-farizki.blogspot.com) Sentiment analisis merupakan sebuah cabang penelitian di domain Text Mining yang mulai booming pada awal tahun 2002-an. Secara umum, Sentiment analysis ini dibagi menjadi 2 kategori besar :

1. Coarse-grained sentiment analysis
Coarse-grained sentiment analysis - penelitian dengan melakukan proses analysis pada level Dokumen. Singkatnya adalah mencoba mengklasifikasikan orientasi sebuah dokumen secara keseluruhan. Orientasi ini ada 3 jenis : Positif, Netral, Negatif. Akan tetapi, ada juga yang menjadikan nilai orientasi ini bersifat kontinu / tidak diskrit.

2. Fined-grained sentiment analysis
Fined-grained sentiment analysis - kategori kedua ini yang sedang naik daun sejak 2011 lalu. Maksudnya adalah para researcher sebagian besar fokus pada jenis ini. Obyek yang ingin diklasifikasi bukan berada pada level dokumen melainkan sebuah kalimat pada suatu dokumen.

Contoh :
  • Saya tidak suka programming. (negatif)
  • Hotel yang baru saja dikunjungi sangat indah sekali. (positif)
Jadi dari referensi ini bisa dikatakan penggunaan sentiment dari bahasa Indonesia sebagai kriteria penilaian dalam penentuan pemenang social media award merupakan terobosan baru dan pastinya para pengambil keputusan sudah mempunyai parameter tersendiri yang disesuaikan dengan Bahasa Indonesia. Dan tentu saja parameter tersebut tidak akan dipublikasikan hehe.

Apapun itu, kesimpulannya pengukuran melalui media sosial memang dapat dilakukan bahkan orang awampun bisa (secara sederhana), misalnya untuk mengetahui popularitas suatu merek, nama, perusahaan, blog, etc yaitu berdasarkan jumlah like atau pengikut (follower) meskipun tidak mutlak (subyektif). Tapi paling tidak membuktikan manfaat lain dari media sosial terutama jika digunakan untuk hal-hal yang positip (:. Semoga manfaat.

Comments

  1. saya kagum dengan luasnya wawasan Mas Warcoff. keren banget.

    social media award itu ternyata bisa membuat yang diberikan penghargaan tersebut makin eksis ya..

    semoga generasi2 muda bisa memanfaatkan media ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitasnya. aamiin.

    ReplyDelete
  2. Earned Media Share of Voice by Sentiment Index ternyata ada rumusnya ya bang Hehehe
    oy bang, apakah hal ini sama dengan SMO ya bang?

    ReplyDelete
  3. @Rico : dari yg saya baca, itu beda dengan SMO (Social media optimizion) mas, karena SMO lebih pada peningkatan brand awareness, product atau event. Dimana optimasinya melalui RSS feeds, social news dan bookmarking sites. Intinya SMO lebih mirip SEO dari fungsi dan tujuannya :)

    @Mas Zach : hahaha ini juga dari berbagai sumber mas, kebetulan ane tertarik banget dgn metode yg digunakan, karena terkait dgn market research :)

    ReplyDelete
  4. wah wah wah... bagus banget, makasih ya Gan informasinya... :-) salam kenal
    .
    silahkan mampir ke blog saya dan jgn lupa tinggalkan jejak komentarnya :-)
    http://indonesiaku.lintas.me/article/uliearieph.blogspot.com/tiga-aksi-untuk-indonesiaku-sahabat-blogger

    ReplyDelete
  5. baru pertama kali nih aye liat blog ini.. salam kenal ya

    ReplyDelete
  6. ya bisa juga diliat dari like nya atau followernya tapi gak menjamin sih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts