Jangan pernah mencoba (Narkoba)

Narkoba memang sudah menjadi suatu permasalahan besar, tidak hanya di Indonesia tercinta ini bahkan hingga seluruh dunia. Penanggulangan masalah ini tidak mudah, miriplah dengan korupsi hehe. Ditangkap satu eh akan ada seribu lagi yang muncul, sesuailah dengan pepatah “patah satu tumbuh seribu”.

Disini warcoff tidak ingin bicara tentang bagaimana cara menanggulanginya, karena sudah ada ahlinya tersendiri. Tapi warcoff ingin berbagi pengalaman saat masih kuliah dulu dimana pernah sempat “dekat” dengan yang namanya narkoba. Dekat disini dalam arti pernah mencoba, tapi tidak sampai jadi pecandu.

Pengalaman ttu terjadi karena pengaruh lingkungan pergaulan, yang kalau disederhanakan “kebiasaan seseorang itu akan sangat tergantung bagaimana “kelakuan/sifat” dari lingkungan pergaulannya” (lebih ruwet hehehe).

Berawal dari rasa “solidaritas” dan “kesetiakawanan” tanpa ada paksaan nyata, artinya kita boleh mencoba boleh juga tidak. Tapi yang namanya pertemanan, tentulah tidak akan “terasa” menyatu jika kita tidak ikut bersama-sama merasakan suasana kebersamaan.

Ketersediaan “benda terlarang” di lingkungan pertemanan juga menjadi fasilitas tersendiri yang membuat “siapapun” bisa merasakannya. Dan itu juga didukung oleh “kesempatan” untuk menikmatinya, dimana kesempatan itu bisa berwujud tempat, kondisi dan situasi.

Ada yang unik dari pengalaman warcoff saat itu yaitu munculnya kebiasaan minum teh kental sambil menghisap “rokok spesial” lalu duduk di pojokan dan itu juga dilakukan oleh teman-teman lain. Entah apa hubungannya teh kental itu dengan nyimeng.

Mungkin itu bisa terjadi karena efek halusinasi yang ditimbulkan, dimana daya imajinasi menjadi “luarbiasa” selain itu “cuek” atau menjadi tidak peduli dengan sekitar. Makanya ada yang bilang “fly” yaitu seakan hidup ini tak ada masalah, semua terasa lucu hingga apapun bisa buat kita tertawa terbahak-bahak.

Kenapa warcoff dan teman-teman lain tidak sampai kecanduan ? Semua bisa terjadi karena faktor keluarga (orang tua) mempunyai pengaruh besar terhadap “kekuatan” kami dalam membatasi diri.

Jadi meskipun warcoff dan beberapa teman-teman lain jauh dari orang tua (merantau/kos), tapi hasil didikan mereka menjadi “tameng” tangguh, minimal membuat kita tidak sampai terperosok jauh (pecandu). 
Dan itu terbukti dari beberapa pecandu narkoba memang kebanyakan disebabkan oleh faktor keluarga yang tidak harmonis, broken home, merasa tidak diperdulikan oleh ortu, etc. Sehingga narkoba menjadi alat "pelampiasan" mereka.

Semua pada dasarnya memang kembali ke individu masing-masing, apakah dia akan menjadi pecandu aktif atau sekedar pecandu pasif atau tidak sama sekali. Yang jelas, akan lebih baik bagi kita untuk tidak pernah mencoba!. Semoga manfaat.

Comments

  1. faktor lingkungan besar pengaruhnya lho Mas. begitu ngumpul, bergaya sok jantan, nyobain. lagi nggak pede, nyobain, jadi pede. akhirnya jadi kebutuhan.

    cara menanggulanginya hanya niat diri sendiri dan jauhi lingkungan laknat itu.

    ReplyDelete
  2. templatenya rapi banget :)

    setuju, lingkungan keluarga adalah pondasi, makanya ortu harus bener2 menyiapkan 'tameng' yang kokoh untuk anak2nya, baru setelah itu lingkungan sekitar menjadi alasan kedua, tapi kalau dari keluarga udah diajarkan nilai2 yg baik, Insya Allah si anak -kalaupun melenceng- ga akan terlalu jauh *cmiiw

    ReplyDelete
  3. @Mas Zach : betul banget mas, sangat perlu kita menjaga diri agar bisa terhindar dari itu

    @NF : kalau template dah dari sononya, jadi tinggal ngatur posisinya aj :)
    iya faktor keluarga memang sangat penting sbg landasan kita dalam membentengi diri :)

    ReplyDelete
  4. agama memang akhirnya menjadi rujukannya Mas.

    ReplyDelete
  5. Faktor lingkungan memang selalu menjadi penyebab utama bagi pecandu narkoba. Tapi dibalik itu sebenarnya semua tergantung pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  6. Kalaw sudah ngomongin NARKOBA sudah seperti apa ya bagi Bangsa Indonesia. Anak anak sekarang sudah mulai menjadi target peredaran Narkoba.

    Kita harus bekerja keras bahu membahu dalam memberantas Narkoba ini sampai ke akar akarnya. Selamatkan Generasi muda kita dari bahaya Laten Narkoba.

    ReplyDelete
  7. saya setuju Kang Asep juga. bekerja keras bahu membahu. kita, sesuai peran kita masing-masing, berusaha mencegah datangnya pengaruh buruk itu. bagi saya, terutama mencegah hadirnya budaya merusak itu di kalangan anak2 saya dan teman2 saya sekarang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts