Kekasih di Bulan Desember


Begitu cantik…begitu indah…Tak hanya aku yang mengagumi...angin pun berhenti setiap kau lewat...membuat rerumputan tak mampu mengoyangkan badannya tuk mengiringi setiap langkahmu…

Bunga-bunga pun urung mekar mewangi karena malu tak bisa menyaingimu…bukan hanya itu…Awan mendung jadi cerah kembali…Bahkan waktu seakan berhenti karena tak mau membiarkan keindahan itu cepat berlalu…

Sungguh... tak ada kata lagi tuk menggambarkan betapa cantiknya dirimu…luar biasa saja tak cukup…cetar membahana, apa lagi. 

Sayangnya kau datang seperti hujan yang tak butuh awan… hujan yang tak deras…hanya rintik saja… itu belum cukup tuk buatku tenggelam dalam cinta…

Tapi aku suka!…aku suka saat cinta datang perlahan… menguji kesabaranku sebagai seorang lelaki…Dan aku suka dengan perasaan ini…bukan hanya sekedar mengagumi tapi juga peduli…

Kekasihku di bulan Desember…
Banyak cerita baru yang kita lalui…namun harus sejenak berhenti…cuma sebentar saja...tak perlu kau harus menulis satu persatu hingga dinding maya ini runtuh menjadi nyata...

Meski tak ada yang pasti…karena memang itu yang seharusnya…lagipula masih ada esok…dan kuharap kita akan berjumpa kembali.                                            

Comments

  1. amin dah om.
    udah an galaunya.

    mari seneng2 yujk.
    bakar petasan :D

    ReplyDelete
  2. wah, menyongsong tahun baru dengan kekasih baru, asyiiiikkkkkk...:D

    ReplyDelete
  3. @Rivai : om Rivai ini taunye galau aje hehehehe
    @LAtifah :asyiik :D
    @Fanny : gak juga :D

    ReplyDelete
  4. tuh bunga-bunga aja urung mekar karena minder abis sama mbaknya. ini sih kelasnya wonder woman pasti, hehe... di para 1 dan 2 menghunjam banget Mas. di para 4 saat dibilang dia hujan yang tak berawan, hehe.. inikah moment sesaat? tapi indah membahana? di para berikutnya dinyatakan cinta datang perlahan. hm... ini idealisme, atau memang susah menyatakan si mbak ini datang seperti hujan tak berawan atau dia telah merebak menjadi bunga yang pelan2 mulai mekar? asik dan bikin penasaran.

    ReplyDelete
  5. @Mas Zach :wah tq so much apresiasinya mas :)
    ini sepintas memang seperti tulisan yg lagi jatuh cinta atau galau hehe, tapi jika di analisis spt sampeyan diatas akan ad "sesuatu" yang bermakna :)

    Sosok "kekasih" itu bisa jadi hanya simbol :), hujan yang tak berawan sesuatu yg tak biasa buat cinta datang perlahan namun pasti, tak hanya skedar mengagumi tapi juga peduli bukan sekedar janji tapi bukti :D

    ReplyDelete
  6. @waroeng coffeewah dasar filsuf nih, saya terkecoh. padahal udah konsen lho bacanya. hahai, asyik deh pokoknya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts