Lima Punggawa Raja (Panca Indera)

Alkisah disebuah negeri, dikala siang disinari dua mentari, satu di barat satu lagi di timur. Dua mentari yang hangat hingga tak membakar habis negeri itu… sedangkan kala malam tak ada bulan, yang ada hanya bintang bertaburan…

Di negeri yang tak jelas itu, hiduplah seorang Raja yang mempunyai lima punggawa, yaitu hidung, lidah, mata, telinga dan kulit.

Mereka berlima mempunyai fungsi yang berbeda tapi saling berkaitan satu sama lain…jika salah satu dari mereka mengalami sesuatu, yang lainpun ikut merasakan sesuatu…

Ketika hidung menangis, mata juga ikut menangis, lidah jadi kelu, kulit panas merindu, kupingpun berdenging mengalunkan melodi sendu …

Ah mereka berlima memang kombinasi yang sempurna, bukan sekedar hiasan atau pelengkap keindahan dunia…

Namun sayangnya, sang raja tak begitu peduli pada mereka…yang raja pikirkan hanya dirinya sendiri saja…akibatnya para punggawa banyak yang melakukan korupsi untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing…

Hingga pada suatu hari…salah satu punggawa raja yaitu sang kuping tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya…bukan karena ketahuan korupsi tapi karena ingin menjadi pengusaha yang mandiri…

Awalnya sang raja cuek aja dengan mundurnya salah satu punggawanya…tapi lama kelamaan dia menyadari jika tanpa sang kuping, dia tidak bisa mendengarkan semua informasi bahkan suaranya pun seperti menghilang!...

Dia membayangkan, jika semua punggawanya ikut mengundurkan diri…tentu dia akan merasakan penderitaan yang lebih parah!!!...

Raja jadi menyesal bukan kepalang, sadar dengan kesalahan yang telah dibuatnya selama ini…lalu dibujuknya sang kuping dengan berbagai iming-iming yang menggiurkan agar sang kuping mau kembali menjabat…

Tapi sang kuping tetap tak bergeming, dia sudah merasa mantap dengan pilihannya…sang raja tak menyerah, terus dia menghiba dan memohon dengan berbagai cara…sampai akhirnya sang kupingpun tak tega…dia mau kembali menjabat tapi dengan syarat tertentu…

Apa gerangan syaratmu ? Tanya sang raja

Aku ingin tuan lebih memperhatikan kesejahteraan kami semua, sudah ribuan tahun gaji kami tidak pernah dinaikkan, tunjangan dan fasilitas pun tak pernah disesuaikan dengan pengabdian…

Baiklah ujar sang Raja…akan kupenuhi semua permintaanmu, asalkan kamu segera kembali bertugas…

Setelah itu, kondisi raja pun kembali normal, dan dia sadar akan pentingnya peranan kelima punggawanya selama ini, dan dia berjanji didalam hatinya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

Manusia mempunyai lima (panca) indera : indera pembau(hidung), indera pengecap(lidah), indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera peraba (kulit). …semua itu adalah anugerah yang Tuhan telah berikan untuk dirawat dan dijaga dengan penuh ketulusan…

Comments

  1. Bener bgd kak, smua harus di jaga hehe kirain td cerita raja dmana gt, hehe

    ReplyDelete
  2. maaf mas agak melebar ngebahasnya. kalo ini kan panca indera ya. kalo saya lebih kepada 9 lubang yang ada dimanusia.

    dan semakin besar lubang itu kemungkinan untuk maksiat lebih besar :)

    ReplyDelete
  3. bisa dua interpretasi saya membaca ini. pertama, denotatif soal betapa panca indera kita memang suatu anugerah yang harus disyukuri pemiliknya. kedua, analog untuk konstelasi sosial yang ada sekarang. para panca indera yang kemudian mengundurkan diri ini akan menimbulkan kegundahan besar bagi atasannya, yang buntutnya akan mengacaukan sistem semuanya. intinya, dua cabang cerita itu moral ceritanya sama. dan mendidik.

    ReplyDelete
  4. @Mas Zach : sungguh sejuk komennya sampeyan mas, buat yg nulis seneng banget :) cerita ini dari pglmn pribadi jg mas, dulu habis renang pernah kuping ane kesumbat sesuatu hingga gak bisa denger, kebayang betapa sepinya dunia saudara2 kita yg tunarungu, alhamdulillah setelah kedokter tht bisa sembuh lagi, n sejak itu ane menyadari dan mensyukuri arti panca indera sbgi nikmat Tuhan yg telah berikan.

    @Rico : wah tq tambahannya bro :) maksiat itu bisa terjadi karena ada kesempatan, jadi meski kdang 9 lubang itu sudah "tertutup" masih aj ada yg melakukannya :)

    @Hany :awalnya pengen cerita ttg raja tapi akhirnya jadi panca indera hehehe

    ReplyDelete
  5. @Fanny : inikan berkat berguru sama sist Fanny hehehe

    ReplyDelete
  6. @waroeng coffeeiya Mas. saya pernah tuh sakit telinga, karena saya punya sinus, katanya rentan kena sakit telinga. waduhh sakitnya itu membuat saya kayak frustrasi gitu. memang ilang satu fungsi aja, kita bisa mengek;uarkan biaya berjuta-juta.

    ReplyDelete
  7. bener ne karyawan adalah aset, n jg indra qta aset, harus d jaga jngan di gunakan untukhal2 yang gx baik :)


    oh yah mas untuk krajinan yg dari barang bekas, bisa d lihat d posting sebelum2nya

    ReplyDelete
  8. bisa dijadiin renungan inih :)

    rajanya ga ngasih* gaji kok kayak nyindir di berita pemain bola yang ga di kasih* gaji itu ya :D

    ReplyDelete
  9. @Ayya : haha bisa aja, yah bolehlah dikaitkan dengan hal macam tu mungkin aja maslah korupsi,gaji tak dibayar etc diawali karena kurangnya kesadaran mereka ttg kesejahteraan orang lain :)

    @Putu : betul sekali bro, karyawan hrs diperlakukan dgn baik, karena merekalah usaha kita bisa berkembang :)

    @Mas Zach :temenku ada yg kena sinus, bener kata mas sakitnya luarbiasa, sampai dia sulit tuk bisa berpuasa di bulan ramadhan...n harus dioperasi katanya agar bisa sembuh total.

    ReplyDelete
  10. Maksudnya kalau salah satu pancaindera kita sakit atau terjejas kesemua nya akan terjejas dan satu badan rasa sakit sakit. hehe.
    Eh kamu asal indonesia ye? dari daerah mana?

    ReplyDelete
  11. @Fifie : iya bisa diartikan macem tu :D, saya dari Palembang, kalau ada mase maenlah kesini ye hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts