Mak...Aku Pulang (Hari Ibu)

Awalnya begitu ceria emak menyambutku…Karna telah lama tak pulang…
Tapi kemudian…
Kenapa kau pulang, anakku ? Bagaimana dengan pekerjaanmu ?
Aku… sudah dipecat mak…Aku pulang coba tuk menenangkan hati…

Kenapa bisa begitu? Apa salahmu? Minta maaflah jika kau yang salah…Kami tak pernah mengajarkan kau yang buruk…

Bukan karena aku buat salah mak…Tapi karna ada pengurangan pekerja di kantorku…
Ah mak tak mengerti soal itu…Yang penting kau harus tetap kerja…Janganlah pulang dulu jika kau belum jadi apa-apa…bertahun-tahun kau dirantau…Pulang-pulang hanya bawa cerita duka…Mak mau bilang apa jika ada yang bertanya??…

Maafkan aku mak…Tapi bolehkan aku pulang sebentar…Karna aku tak tahu mau kemana…Hanya disini tempat aku pulang…

Itu juga salahmu…Kusuruh kawin dengan si Mina kau tak mau…Dengan si Uti tak juga kau mau…Kurang apa mereka…Coba kau turuti kataku…Jadi ada tempat lain tuk kau pulang…

Mak…Aku belum mau kawin…Aku masih ingin berbagi gajiku buat emak…
Aih kau ini memang pintar kalau buat alasan…Sudahlah kali ini kau harus turuti kata emak…
Apa itu mak ?...
Kau kawin saja dulu…Siapa tau habis kawin rejekimu berubah...

Aku mau cari kerja lagi mak…Nantilah kawin…Malu aku sama calon mertua…
Yah sudah terserah kau…Kalau nanti telat kawin jangan salahkan emak ya…Dan “jangan pernah pulang jika belum punya calon istri!…

Lalu Udin kembali lagi ke kota dimana ia pernah bekerja. Setelah berulang kali mencoba belum satupun pekerjaan baru ia dapatkan. Hingga akhirnya ia ketemu teman lama sewaktu masih sma… dan lalu diajak bekerjasama untuk mengurus sebuah restoran… Sebuah restoran tua, yang tidak lagi berkembang sejak ayah temannya meninggal dunia...

Setelah dua tahun kemudian…berkat tangan dingin Udin, usaha restoran itu akhirnya kembali sukses dan selalu dipenuhi pembeli… dan mampu membuka cabang di seluruh penjuru negeri.

Sekarang Udin sudah sangat mapan, tabungan penuh berisi, deposito, tanah, saham, rumah, mobil Mercy hingga motor Harley.

Tapi sayang…calon istri yang dicari belum juga dia dapatkan…Sebenarnya dia ingin pulang tuk melepas rindu dan berbagi rejeki pada emaknya…tapi pesan emak selalu terngiang ”tidak boleh pulang kalau belum punya calon istri”…

Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Nina, berusia 25 tahun lebih 3 bulan, berparas manis dengan senyumnya yang menawan, berprofesi sebagai pegawai negeri disalah satu instansi Pemerintahan…

Mereka pun lalu berkenalan…dan nampaknya sang wanita pun terpikat padanya…Singkat cerita jadilah mereka sepasang kekasih… dan sepakat tuk melanjutkan hubungan itu ke jenjang pernikahan…

Udin riang bukan kepalang, sudah menemukan belahan jiwa…terbayang emaknya di kampung pasti akan turut gembira…

Sengaja dia tak memberitahu lewat telepon, dia ingin mengasih kejutan…terbanglah ia ke kampung halaman dengan pesawat carteran…Bersama Nina dan bermacam buah tangan tuk dibagikan kesemua sanak saudaranya sebagai bukti keberhasilan setelah lama jauh merantau…

Assalamu’alaikum…
Wa’alaikum salam… Udin!!!…Anakkuuuu…
Emaaaak!!!……langsung keduanya berpelukan…melepas rindu yang tak tertahan….

Tak lama…nah bawa berita apa kau sekarang ?! pulang tak bilang-bilang…tanya emak penasaran
Aku bawa kabar gembira mak… makanya sekarang aku berani pulang…
Nah cepat kau ceritakan kabar apa itu gerangan…

Udin hanya tersenyum…lalu dia memanggil Nina yang sedari tadi bersembunyi dibalik pintu…
Kenalkan ini Nina mak, calon istriku…pujaan hatiku…sekaligus calon mantumu…
Ninapun sujud mencium tangan sang emak…kenalkan mak, saya Nina…calon istrinya bang Udin…
Mata emak langsung berkaca-kaca... Alhamdulillah ya Allah…

Sungguh…suasana hati emak di hari itu tak dapat dilukiskan dengan kata… puji syukur berulang beliau ucapkan…

Apalagi bagi Udin…bisa buat bahagia hati emak adalah sebuah kesuksesan yang sesungguhnya, melebihi arti semua pencapaian yang telah ia raih selama ini…

Terima kasih emak…semua ini berkat doa dan ketulusanmu…bathin Udin yang tengah diselimuti oleh kebahagiaan.

Comments

  1. hehe... alhamdulillaah, ikut bahagia rasanya atas suksesnya si Udin. Allah menyayanginya.
    hm... saya ada pertanyaan nih: ini cerita nyata ya Mas Warcoff?

    ReplyDelete
  2. hari ini, mari kita buat gerakan membantu ibu atau istri kita. dengan ikhlas, seikhlas dia memberikan pengabdiannya untuk kita atau anak kita.

    ReplyDelete
  3. @Maz Zach : bukan mas hehe spontanitas aja :D n dihari ibu minimal ada perlakuan istimewa untuk para Ibu dari anak-anaknya, sesuatu yg berarti selagi Ibu-Ibu kita masih ada :)

    ReplyDelete
  4. hem bagus* fiksinya tepat di hari ibu :D

    ReplyDelete
  5. Ibu adalah orang yang selalu berada di belakang kita untuk menyokong setiap pergerakan perlakuan kita.

    ReplyDelete
  6. @Fifie : betul itu, bahkan peran ibu melebihi superhero yang ada di komik ya hehe

    @Ay : khusus untuk Ibu/Mama/Umi/Emak kita semua :D
    @Fanny : met hari Ibu n met merayakan natal ye :D

    ReplyDelete
  7. sering kita (saya) mengharapkan restu dan restu dari ibu. padahal saat itu beliau juga memerlukan doa kita.

    ReplyDelete
  8. selamat hari ibu... mari kita hargai Ibu kita. Saya juga calon ibu lho, nanti kalo udah ketemu jodohnya..

    ReplyDelete
  9. Hari Bapak nggak ada ya Mas? asli, para bapak juga berjuang pada jalannya loh, hehe

    ReplyDelete
  10. @Mas Zach : insya Allah klu itu gak terlupa mas :) hari bapak biar Ibu yang memperingatinya mas hehehe

    @Ria :amiiin moga segera ketemu jodohnya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts