Sebuah Kresek Hitam (Kantong Plastik)

Suatu pagi yang cerah, disebuah sungai di kota metropolitan.  Sebuah kresek (kantong plastik) kecil berwarna hitam nampak hanyut mengikuti aliran sungai yang cukup deras. Dia pasrah tak bisa apa-apa, hanya mampu mengikuti kemana arus membawanya…

Sampai suatu saat…dia terhenti oleh sekumpulan sampah…nampak disana ada botol-botol plastik, dan beragam jenis sampah lain hasil limbah manusia.

Sang kresek kecil lalu bertanya, wahai kenapa kalian menahanku disini?...salah satu botol plastik menjawab, Hei kamu! bukan kami sengaja menahan lajumu, tapi disinilah memang tempat para sampah berkumpul, kau tak bisa maju tak bisa pula mundur...

Tapi..aku bukan sampah seperti kalian! Protes sang kresek kecil. Ayo kasih tau aku bagaimana cara tuk keluar dari sini!...

Hahahaha…spontan terdengar gemuruh tawa semua sampah disana, bahkan ada yang sampai meneteskan airmata hingga berguling-guling saking semangatnya tertawa…

Hei kresek kecil yang malang, ucap sebuah kresek besar berwarna putih kehijauan serta berbau sangat busuk…kamu seharusnya bersyukur bisa berhenti disini, karena kami semua adalah kumpulan sampah yang netral…

Netral ? maksudnya apa, tanya sang kresek kecil…Mmm kasih tau nggak ya…ucap si kresek putih besar…kasih tauuu dong, sergah si kresek kecil dengan geram…

Baiklah…kami adalah sekumpulan sampah yang netral, maksudnya siapapun boleh dan bebas bergabung disini tanpa syarat apapun…

Loh memangnya ada sekumpulan sampah yang gak netral? Tanya sang kresek kecil lagi…ada! ujar si kresek putih besar, coba kamu lihat diujung sana…si kresek kecil menoleh kearah yang ditunjuk dan melihat sesuatu yang berbentuk lingkaran besar berwarna-warni …apakah itu sampah juga ?

Iya, ujar sang kresek besar…itu sampah dari limbah pabrik, mereka memang terlihat "indah" tapi hanya menerima sampah dari golongan mereka sendiri, jika tidak…niscaya akan mati!...

Tapi, maaf loh ya sekali lagi, ucap kresek kecil, aku bukan sampah! So kalian atau mereka bukanlah tempat yang cocok untukku!! dan aku tidak peduli kalian mau netral atau tidak, sekarang yang penting, tunjukkan cara agar aku bisa keluar dari sini.

Hei kresek kecil!!, tak pernahkah kau berkaca? Apa yang membuatmu berpikir jika kau bukanlah sampah?!...

Wahai kresek putih besar yang bau!! Aku kasih tau yaa, aku ini dibuat bukan untuk menjadi sampah! Aku dibuat dengan fungsi tersendiri, jika kotor aku masih bisa dicuci, dan kalau tubuhku sudah sobek aku tetap bisa diolah lagi menjadi seperti diriku semula!! So jelas aku ini bukan sampah!!!

Hei kresek kecil !, Asal kamu tahu juga ya!, kata si kresek putih besar kesal…duluuu aku juga dibuat dengan fungsi tertentu seperti kamu, aku juga bisa didaur ulang jadi baru lagi…tapi yah akhirnya aku tetap jadi sampah!…

Sejak kapan kamu jadi penghuni sungai ini ? Tanya kresek kecil penasaran…mmmm sudah lupa aku, jawab kresek putih besar, soalnya aku hanya inget pertama kali di sungai ini waktu sungai ini masih jernih dan tidak berbau…

Terus apa fungsimu dulu ? Tanya kresek kecil ingin tau lebih jauh…awalnya sih aku ini tempat barang-barang belanjaan…dulunya ada banyak tulisan ditubuhku ini, gak tau kenapa sekarang hilang, tinggal huruf S nya aja nih…

Lalu setelah itu apa ? terakhir aku berfungsi jadi tempat sampah hingga akhirnya aku dianggap sampah juga dan dibuang kesungai ini…

Loh emangnya sungai ini tempatnya tempat sampah ?! tanya si kresek kecil keheranan… Bukaaaaaan!!! Serentak kompak para “sampah” itu menjawab…

Kenapa kalian semua tidak protes atau berdemo!!! Apakah kalian takut?!...Tidak, kami sudah sering berdemo, terutama saat sungai ini meluap hingga membanjiri rumah-rumah di sekitar sungai ini…

Sayangnya banjir dikota ini, sepertinya sudah menjadi “kebutuhan” hingga kemarahan kami itu seakan selalu dirindukan bukan karena mencinta tapi tuk sebuah alasan agar dicintai …

Tiba-tiba, lagi asik-asiknya mereka berdiskusi…datanglah sosok eh bukan segerombolan sampah baru, wajah mereka nampak pasrah…bentuknya semua sama, persegi panjang serta berisi tulisan-tulisan besar… Dan nampak jelas sekali tulisan disitu “Jangan Buang Sampah Sembarangan!!!”.

Comments

  1. dan manusia dengan angkuhnya tak pernah memandang lagi bahaya yang tampak nyata oleh perbuatannya ini. baik pemerintah maupun warganya, sama-sama tak mau tahu tentang akibatnya. budaya acuh tak acuh, berhasil mengelabui jamannya.

    ReplyDelete
  2. kebiasaan masyarakat sekarang, walaupun udah tau akibatnya tapi tetap aja ga peduli..
    :(:(
    semoga masih ada hati yang mau peduli hal2 spt ini

    ReplyDelete
  3. Maka dari itu, mari kita bkar sampah kita sendiri, hehe

    ReplyDelete
  4. @Hany : asal jgn bakar sampah disebelah rumah tetangga hehe
    @Ria : amiin semoga segera muncul kesadaran itu...
    @Mas Zach : hebatnya semua itu spt telah menjadi "ssesuatu yang biasa" ya mas

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts