Senyummu Penuh Misteri (Desember-Januari)

November melirik sang Desember dan berkata, "sampai ketemu lagi di tahun depan dan semoga kamu lebih baik"…

Desember pun memandang kepergian November, nampak jelas menggurat di punggung November, gambaran beragam kisah yang telah berlalu ataupun terus menanti kelanjutannya…sekilas masih terdengar tangis dan tawa seiring Mentari yang terbit dari ufuk timur pertanda datangnya pagi…

Hari demi haripun berlalu, bersama kelanjutan cerita yang belum berakhir ataupun kisah-kisah baru, seperti kisah hujan yang dulu dinanti-nanti, namun sekarang menjadi sasaran caci maki…

Ah itu bukan urusanku, ujar Desember. Aku tak mungkin berhenti meskipun hanya tuk sekedar mengungkapkan simpati. Jikapun aku berhenti itu artinya semua kehidupan di bumi akan berakhir sampai disini…

Dan aku juga sudah terikat janji dengan Januari tuk bertemu diujung hari ketigapuluh satu. Bukan tuk mengatakan cinta dan rindu menggebu…hanya pertemuan sesaat lalu kemudian berpisah  sesuai takdir kami sendiri…

Sebagai Desember, aku cukup bangga karena banyak manusia yang menantikan kehadiranku dengan berbagai perayaan istimewa…apalagi dipenghujung tugasku nanti…

Meskipun begitu, aku tetap tak akan peduli… lagipula sudah ribuan tahun aku melihat semua itu sejak manusia memberiku nama…

Yang berbeda hanya manusianya saja, karena mereka tidak sepertiku…aku abadi hingga bumi ini sudah tidak berputar lagi atau hancur luruh ditelan semesta ini…

Sebenarnya aku sudah bosan menjadi seperti apa adanya, aku ingin jadi manusia meskipun tak bisa hidup selamanya…Aku ingin punya rasa bukan sekedar punya nama, aku ingin bisa berpura-pura, aku ingin bisa berbohong, Aku ingin……..!!!! jeritan hati Desember membahana... tapi terhenti karna tertutupi oleh suara terompet yang meraung-raung diseluruh penjuru negeri…

Saatnya aku pergi…bathin Desember, dia tetap harus tak peduli dengan apa yang terjadi…seperti halnya manusia yang kadang tidak peduli dan melupakan waktu yang terus berganti...

Dan terlihat di ujung sana nampak samar sosok Januari sudah menanti dengan senyumnya yang penuh misteri.

Comments

  1. rupanya november, desember dan januari saudara sekandung tapi beda watak dan corak. saya lebih memilih untuk dekat dengan februari saja. karena jumlah hari lebih pendek, tapi gaji dapetnya sama. wkwkwk.

    btw Mas Warcoff, saya nangkep koq, meski pesan moralnya sebenarnya klasik kan? tapi kalo boleh tahu, di Desember, ada tanggal keramat bernama ulang tahunkah?

    ReplyDelete
  2. betul mas, februari lebih indah hehehe
    btw tulisan ini iseng aja mas, soal pesan terserah yg baca hehehe soalnya susunan katanya masih "goyang" n kalau tggl keramat gak ada mas, ane ultah bulan Juli (siapa tau mau kasih kado hihihi)

    ReplyDelete
  3. mengalir koq Mas tulisannya. saya menduga di januari ada proyek besar Mas Warcoff ya?

    ReplyDelete
  4. amiiin...harapan ane gitu mas, paling tidak harus ada perubahan yang lebih baik di tahun yang baru :)

    ReplyDelete
  5. desember, januari, bulan2 yang ditunggu lebih dari bulan lainnya kan, ayo dong desember semangat jangan sedih dan bosan begitu hehe

    ReplyDelete
  6. @NF : iya nih desember terlihat lesu, ayo semangat desember!! hehehe

    ReplyDelete
  7. semoga desember jauh lebih baik daripada sebelumnya ya ^^

    ReplyDelete
  8. semoga apa yg belum bisa diwujudkan dlam tahun ini masih bisa dikejar dalam bulan desember ya...
    salam sukses :)

    ReplyDelete
  9. dan tidak terasa akan tahun baru... :)

    ReplyDelete
  10. @ Okta n Ria : amiin :)
    @Air : betul :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts