Bapakku (Bukan Pejabat)

Jam 4.30 pagi…sekilas kulirik jam tanganku…
Kupacu mobil beemwe pemberian ayahku dengan kecepatan penuh…hoaamm…sebenarnya mata ini sudah terasa sangat berat…tapi aku harus segera tiba di rumah…zzzzzzzz…setengah sadar tetap kupacu kuda eh mobilku…

Tiba-tiba!! Ada sesuatu didepanku!!!…spontan kuinjak rem dalam-dalam…ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttt!!!! Namun…rem canggih buatan Eropa ini tak sanggup menahan laju mobilku dengan jarak sedekat itu…Braaaaaaaaaaaaak!!!!...dan lalu semua jadi gelap…

Saat tersadar…keadaan disekitar masih sepi…tak ada ambulan ataupun polisi…sepertinya tidak ada orang lain yang melintas jalan ini…

Untunglah aku tidak terluka…karena terselamatkan oleh safety belt dan bantalan udara yang otomatis keluar…yah begitulah enaknya punya mobil mahal…tapi bagaimana dengan kondisi mobilku dan sesuatu yang kutabrak tadi?...

Segera aku keluar untuk melihat situasi…kulihat bemper depan mobilku sedikit penyok…dan Nampak didepan ada beberapa serpihan…entah apa itu…yang jelas bukan dari mobilku…

Kutelusuri serpihan-serpihan itu hingga membawaku ketempat dimana “sesuatu” yang kutabrak itu berada…dan ternyata sesuatu itu adalah…oh My God aku tak sanggup melihatnya…apalagi kudengar suara rintihan…apa yang harus kulakukan?!!...

Ditengah kepanikanku…sesuatu yang kutabrak tadi tiba-tiba bangkit dan bergerak mendekatiku…dan nampak jelas sosok dari sesuatu itu…ia seekor kambing berwarna hitam!…kamu harus tanggung jawab!!...aku terkejut, kambing itu bisa bicara…

Tapi ternyata bukan… suara itu berasal dari seorang lelaki yang nampak terduduk lemas di rerumputan…

Kamu sudah menabrak gerobak saya hingga kambing saya terlempar…untung dia gak mati!...kamu harus bertanggung jawab!!! Ganti semua kerugian saya!!!...

Tenang pak…aku siap mengganti semuanya…maafkan kelalaian saya…si kambing biar dibawa ke rumahku tuk diobati…

Lhoo!! Kenapa kambingku mau kau bawa?? Heran sang bapak, jangan-jangan kau mau bikin sate ya?...

Tidaklah pak…kebetulan bapak saya mantri hewan…

Apa??!! Bapakmu menteri! waduuuh…langsung sang bapak bertambah lemas …

Pak!! Pak!! Bapak saya bukan menteri tapi mantri!!! Tapi sang bapak sudah keburu pingsan.

Comments

  1. haha... begitu ada kisah di luar sana, terinspirasi jadi tulisan ya Mas? dasar penulis. mantrinya namanya karta rajasa bukan? haha..

    ReplyDelete
  2. haha lagi gak ada ide nulis serius mas hehe so apa yg dilihat dan didengar dibuat tulisan ae.

    btw ada salam dari mantri kartah rajasah mas hihihi

    ReplyDelete
  3. keluarga menteri sekarang jadi menakutkan ya bagi rakyat kecil, apalagi setelah ada kasus tabrakan yang melibatkan anak menteri ...hhhmmm

    ReplyDelete
  4. baus mas ceritanya salam kenal aja thanks.............!

    ReplyDelete
  5. sekarang kita liat fenomena Dahlan Iskan. koq bisa ya ada kode nomor polisi "DI", dan beliau malah dikawal padahal kendaraannya masih "ilegal"

    ReplyDelete
  6. @BlogS of Hariyantokuatir aja ada perlakuan khusus, Mas. semoga saja tidak.

    ReplyDelete
  7. @Mas Zach : mungkin itu salah satu "kekurangan" beliau mas hehehe
    @Daeng Hari : kesan yang ada seperti itu mas, tapi pada kenyataannya dari jaman bapak saya pernah jadi pejabat di daerah saja ada byk "kenyamanan" yg saya dapatkan jika ada urusan2 seperti itu :)
    @Siska : salam kenal balik :)

    ReplyDelete
  8. wakakaaa....
    bapak saya matri kehakiman dan om saya menteri kesehetan anak...
    :P

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts