Kurir Jasa Pengiriman (Profesi mulia dan penting)

Menjadi seorang kurir mungkin bukanlah pilihan para pencari kerja saat ini, apalagi jika tingkat pendidikannya diatas Sekolah Menengah…Padahal selain profesi pedagang, sales, etc ada banyak peluang di profesi ini, seiring dengan semakin tumbuh pesatnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman.

Tapi disini warcoff bukan ingin bicara tentang peluang di bidang ini, namun ingin mengomentari sedikit tentang kinerja kurir berdasarkan pengalaman warcoff yang sering menerima paket atau sejenisnya :) Seperti kita ketahui peranan dan fungsi kurir sangat vital dan tingkat kualitas kinerja mereka akan berpengaruh besar pada kepuasan konsumen sekaligus nama baik perusahaan jasa itu sendiri.

Dari beberapa pengalaman tersebut ada ketidakpuasan warcoff sebagai pengguna jasa terhadap kinerja para kurir dari beberapa perusahaan jasa pengiriman…bukan maksud menggurui atau menghakimi tapi sekedar ungkapan emosi eh hati hehehehe .

Beberapa kali warcoff mengalami keterlambatan penerimaan paket melebihi standar yang seharusnya dan rata-rata penyebabnya bukan karena paket itu belum sampai di kota tujuan tapi karena kurir yang ditugaskan memang belum mengunjungi tempat kita…

Warcoff pernah bertanya pada salah seorang kurir kenapa mereka sering terlambat mengantarkan paket, dia beralasan karena tugas pengiriman perhari terlalu banyak dan area coverage yang menjadi tanggung jawab mereka terlalu besar…

Sebagai konsumen tentu warcoff tidak mau menerima alasan apapun karena ini masalah pelayanan. Seharusnya mereka berkaca pada kinerja dari para Pak Pos jaman dulu dimana dengan penuh dedikasi dan profesionalitas menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan penuh tanggung jawab meskipun fasilitas, tempat dan jarak serta area yang harus mereka tempuh sangat banyak dan luas.

Dan masalah seperti ini bukan hanya warcoff yang mengalami tapi juga para pengguna lain, so sudah semestinya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman lebih memperhatikan kualitas kurir yang mereka miliki dan mungkin merevisi sistem penugasan dan penjadwalan agar lebih baik sesuai dengan kondisi dan kemampuan serta kompensasi yang diberikan pada kurir-kurir mereka.

Kurir adalah pekerjaan mulia dan penting (kecuali kurir narkoba!) so Warcoff harap jangan sampai image kurir menjadi jelek hanya gara-gara beberapa oknum yang tidak berkualitas…seperti image sales yang selama ini oleh sebagian orang terlanjur dianggap sebagai pembohong, etc. Semoga manfaat.

Comments

  1. Saya pernah dua kali kirim barang via kantor pos (Pos Indonesia), sialnya dua kali barang yang saya kirim tidak sampe, yang satu kiriman hp yang diterima oleh penerima hanya kardus hp-nya saja, satu lagu satu buah buku - ini malah gak nyampe sama sekali - dari situ saya lebih memilih jasa pengiriman swasta karena lebih mudah jika komplain.

    ReplyDelete
  2. @Marchia : hehe samimawon artinya ya...btw yg saya maksudkan itu kinerja pak pos jaman duluuuuu seperti yg sy tulis diatas so bukan yg sekarang :D

    ReplyDelete
  3. ntar dulu, saya bakalan baca nanti di rumah nih..
    lagi ada yang dikejar nih sekarang.

    ReplyDelete
  4. ya itu salah perusahaannya yg terllau hemat dana sehingga kurirnya sedikit. jadi satu kurir melayani banyak area.

    ReplyDelete
  5. Iya dong pekerjaan yang halal, daripada koruptor di gedung2 sono noh yang moralnya jauh dibawah para kurir ini kerjaannya jauh dari kata halal.. :)

    ReplyDelete
  6. saya juga ngalamin hal yang sama Mas. tepatnya anak saya. dia nunggu kiriman temannya yang dilewatkan sebuah perusahaan pengiriman. lama sekali nggak kunjung diterima. baru setelah didatengin kantornya, mereka menyebut banyak alasan. setelah sekian lama, ketauan bahwa mereka memang jarang ngirim, tapi kiriman dipersilakan diambil di kantornya. ini jasa kurir macam apa coba?

    ReplyDelete
  7. setiap pekerjaan memang selalu menghasilkan dua sisi penilaian, satu positif dan satu negatif,,,dan itu juga berlaku bagi sang kurir...walau ada kurir yang tidak becus dengan tugasnya, namun ternyata ada juga kurir yang bertugas dengan penuh tanggung jawab....salam :-)

    ReplyDelete
  8. @Mas Hari : begitu juga dengan konsumen mas, ada yang nerimo ada juga yang tidak. Terutama konsumen yang sangat membutuhkan itu kiriman (reseler) dimana keterlambatan berarti kerugian (dimarahi konsumennya atau malah ditinggalkan). Bagi warcoff pribadi keterlambatan itu tidak bisa dimaklumi apapun alasannya karena ini menyangkut hak kita sebagai konsumen.

    @Mas Zach : nah itu dia mas, perusahaan jasa yang sudah merasa besar akan merasakan akibatnya nanti jika terus2san menyepelekan masalah keterlambatan ini terhadap konsumen "kecil".

    @Feb : semua pekerjaan halal pada dasarnya mulia bro, sayangnya oknum yang mengerjakannya dan pihak yang menaunginya yang kurang bertanggung jawab :)

    @Fanny : bener, bagaimanapun perusahaan terkait yang bertanggung jawab :)

    ReplyDelete
  9. menurut saya tiap agensi kurir harus memetakan wilayah sehingga ga perlu telpon nanya alamat dan mengapdate data pelanggan...
    lalu kurir juga harus dibuatkan peta perjalananya...
    misalnya berapa jauh (km) dia berjalan per hari...

    ReplyDelete
  10. ayahku seorang kurir..dan saya tau betapa khawatirnya ia dengan barang-barang yang diamanahi olehnya...
    hilang dicacimaki..selamat tak dapat puji..

    ReplyDelete
  11. @Aisyah : pan gak semua kurir yg tidak bertanggung jawab hehe, tapi itu semua memang dah resiko siapapun yang bekerja terutama dibid jasa.

    @Dihas : usul yg bagus itu bro, meskipun sebenarnya sistem penzonaan wilayah dan penjadwalan sudah diterapkan oelh byk perusahaan sejak lama tapi sayangnya kedisiplinan dengan sistem yg ada masih sangat kurang hingga akhirnya "pelayanan" yg terbaik masih jadi teori saja.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts