Kisah Empat Sekawan

Bongkew, Achun, Abon dan Cungkring adalah empat orang sahabat karib, mereka bersahabat sejak SD dan hubungan diantara mereka tetap terjalin dengan baik meskipun sekarang mereka sudah mempunyai kesibukan masing-masing.

Bongkew wirausahawan dibidang IT, Achun bekerja sebagai aktifis di sebuah partai politik besar, Abon adalah karyawan di sebuah perusahaan BUMN dan Cungkring bekerja sebagai pegawai negeri.

Keempat sahabat ini mempunyai selera yang sama, terutama dalam hal kriteria calon istri yang didambakan. Hal ini juga yang kadang membuat ada persaingan diantara mereka karena tidak jarang mereka berempat menyukai wanita yang sama…

Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka melakukan “kompetisi” yang fair untuk mendapatkan wanita yang mereka dambakan itu.
Tersebutlah Suzi, nama wanita yang beruntung itu, seorang wanita usia 24 tahun, manis, berambut hitam panjang sebahu, berkulit kuning langsat dan bekerja sebagai guru disebuah sekolah dasar negeri…

Keempat sahabat itu mengerahkan segenap kelebihan dan kemampuan mereka tuk merebut hati Suzi.

Bongkew yang pandai berpuisi, mengirimkan ribuan kata baik itu melalui sms, email, etc bahkan menyewa pesawat terbang tuk mengitari kota dengan membawa spanduk bertuliskan kata cintanya pada Suzi…

Achun yang pintar berorasi memanfaatkan koneksinya di partai tuk menyebarkan baleho bertuliskan “Pilihlah aku” di sekitar tempat kerja dan rumahnya Suzi…

Abon yang bekas foto model majalah bobo, mengirimi rangkaian bunga mawar hampir setiap hari ke rumah dan sekolah tempat Suzi mengajar…

Sedangkan Cungkring menciptakan lagu khusus tuk Suzi yang disebarkannya melalui semua stasiun radio diseluruh penjuru negeri…

Setelah hampir sebulan mereka berkompetisi, namun belum seorangpun dari mereka yang bisa memikat hatinya Suzi…jangankan membuka hati sekedar tanda sadja belum terlihat sama sekali…

Mereka berempat lalu berdiskusi membahas perkembangan usaha mereka selama ini…dan diputuskan untuk memperpanjang deadline hingga tiga bulan kedepan…

Waktupun berlalu dan tetap belum ada juga yang berhasil mendapatkan Suzi…meskipun sudah berbagai macam jurus merayu dikeluarkan oleh mereka berempat…

Bongkew, Achun dan Abon sudah mengibarkan bendera putih, tanda menyerah dan mundur dari kompetisi…tinggallah si cungkring yang sepertinya masih mau bertahan, mumpung para pesaing sudah mundur pikirnya…

Dan kemudian Cungkring datang ke rumah Suzi dengan lebih percaya diri, sayangnya Suzi tak dirumah yang ada hanya kakeknya…lalu ngobrollah ia dengan sang kakek…

Cungkring : Kakek dulu pejuang ya ?...
Kakek : loh tahu darimana ?
Cungkring : itu lihat foto kakek waktu masih muda pake topi tentara (sambil menunjuk sebuah foto di ruang tamu)
Kakek : hahaha iya, ya memang kakek dulu pejuang, lawan belanda dan jepang, nih lihat kaki kakek banyak bekas luka terkena peluru dan sabetan pedang...btw kamu suka sungguhan atau ndak sama cucu kakek ?
Cungkring : oo saya suka sungguhan kek, saya sudah jatuh cinta beneran sama Suzi… (dengan wajah serius sedikit memelas)
Kakek : kenapa kamu suka sama Suzi ?...
Cungkring : mmm dia adalah tipe wanita yang saya cari selama ini kek.
Kakek : begitu ya…(sambil menatap dalam cungkring)…terus apakah cucuku juga menyukaimu?
Cungkring : itu dia masalahnya kek, sudah berbagai cara kulakukan tuk mendapatkan hatinya…
Kakek : hmmm mau tahu nggak rahasia tuk menaklukkan hati cucuku itu ?
Cungkring : wah mau sekali kek, apa rahasianya ?
Kakek : rahasianya adalah…
 (Bersambung.... hehehe)

Comments

Popular Posts