Penerapan konsep Green Prison

Konsep Green (go green) yang merupakan bagian dari program enviromental sanitation (kesehatan lingkungan) dengan metode Reuse, Reduce dan Recycling (3R) memang bukan konsep baru. 

Namun seiring dengan semakin tingginya populasi manusia di bumi ini yang menimbulkan berbagai dampak terutama terhadap lingkungan maka penyegeraan dan penerapan secara total konsep green ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Seperti halnya konsep green hospital yang beberapa waktu lalu warcoff tulis, dimana pada intinya penerapan konsep ini bukan hanya tentang bagaimana “menghijaukan” lingkungan disekitar kita tapi juga menyangkut hal-hal lain seperti pengelolaan limbah (limbah cair ataupun padat).

So warcoff jadi berpikir gimana kalau konsep ini diterapkan di lingkungan penjara (Green Prison)…tapi yang ditekankan bukan pada bagaimana meningkatkan “kenyamanan” para narapidananya tapi bagaimana metode reduce, reuse dan recycling bisa diterapkan pada proses dan tujuan daripada fungsi penjara (prison) itu sendiri.

Dimana reduce menjadi bentuk pembinaan yang menekankan pada pembinaan mental dan ahlak untuk mengurangi sifat mental penjahat seperi “bengal, bejat,korupsi, iri, dengki etc”.

Dan reuse menjadi bentuk pembinaan dan pengarahan terhadap kemampuan/fungsi individu para napi agar nantinya keahlian yang mereka punya bisa digunakan untuk hal-hal yang positip. Misal yang tadinya ahli mencuri bisa menerapkan ilmunya tersebut untuk pekerjaan intelejen yang bermanfaat untuk keamanan Negara hehe.

Sedangkan recycling menjadi bentuk pembinaan, pelatihan dan perubahan secara rohani agar status napi selepas dari penjara bisa dirubah kembali menjadi orang yang lebih bermanfaat dan berbuat lebih baik.

Jika boleh digolongkan dalam penerapan metode 3R yang sesungguhnya maka para napi bisa dikategorikan golongan solid waste (sampah padat, organic dan non organik), so dengan penerapan metode itu maka sampah tersbut akan diolah kembali menjadi sesuatu yang “bernilai” lagi dimana manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak.

Intinya lingkungan penjara atau lembaga pemasyarakatan menurut warcoff patut untuk diterapkan konsep green dengan metode 3R tersebut. So ini sekedar wacana yang siapa tahu bisa diterapkan hehe. Dan mungkin kasus atau peristiwa di Tanjung Gusta tidak terjadi lagi :). Semoga manfaat.

Comments

  1. hahaiii
    program brilian nih Mas Warcoff, hajaaar
    jail's go green. bisa tuh, menciptakan budaya yang tren tapi memukau. tapi mesti konsekuen sih semuanya ya ..

    ReplyDelete
  2. @mas Zach : iya mas seharusnya penjara juga mendapat sentuhan konsep green ya hehehe

    ReplyDelete
  3. kalo green office? hehee..met puasa. maaf baru sempet ke sini.

    ReplyDelete
  4. @Fanny : boleh juga dan sudah byk diterapkan tuh hehe
    Tq n seneng liat sist Fanny yang ceria hehehe

    ReplyDelete
  5. ide menarik untuk diterapkan, termasuk bagian memanusiakan mereka, sering yg nampak keluar penjara semakin menjadi karakter jahatnya

    ReplyDelete
  6. Peristiwa Tanjung Gusta memang menarik banyak perhatian juga keprihatinan... semoga tak terjadi lagi. Aamiin.

    ReplyDelete
  7. Ide yang sangat menarik tuh.. Tapi apakah bisa dilakukan jika kita tidakpeduli pada ligkungan?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts