Tempe & Nasi

Sang tempe curhat kepada nasi sahabat karibnya…dia curhat tentang “harga dirinya” yang sedang tinggi-tingginya saat ini…

Bukan mauku seperti itu keluhnya pada nasi…Sang nasi sangat mengerti perasaan sahabatnya itu…

Lalu nasipun berkata, sudah janganlah kau larut bersedih…memang beginilah hidup selalu ada riak gelombang yang mewarnai…bukan salahmu itu…

Karna kamu sudah menjadi bagian dari dunia bisnis dimana “keuntungan” sebesar-besarnya adalah yang utama…meskipun seringkali keuntungan itu hanya untuk pihak-pihak tertentu…

Lihatlah aku, meski menjadi makanan pokok tapi tetap aja sebagian aku berasal dari negeri lain…padahal disini ada banyak tempat untukku hidup…

Ternyata kita senasib…ujar tempe. Bagaimana kalau kita demo seperti para buruh ? Tanya tempe…

Demo? Hmmm boleh juga usulmu…tapi kepada siapa protes itu kita tujukan ?...tanya nasi kemudian

Kepada penguasalah, merekalah yang bertanggung jawab!...tegas tempe…

Emangnya siapa penguasa kita ? Tanya nasi lagi…

Siapa yaaa…sahut tempe…

*Hingga akhirnya mereka berdua tidak jadi melakukan aksi demonya karena bingung mau protes kepada siapa…dan nasib mereka pun tak pernah berubah. Semoga manfaat :).

Comments

  1. tempe harus berkolaborasi sama telor kayaknya Mas. telor itu, meski dia diperlukan hapir di setiap menu masakan, harganya tetap stabil. hehe

    ReplyDelete
  2. wah, nasib tempe sekarang sangat mengkhawatrikan. Apa jadinya kalau di negeri ini sampai tidak ada tempe?

    ReplyDelete
  3. wah nasi dan tempe sudah pas dalam konspirasi kemakmuran namun pada akhirnya terganjal kontrovesi hati yang di kudeta sama kenyataan berbingkai inflasi dan permainan politik korup yng bikin galau labil ekonomi...
    hmmmmm

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts