Konsumen adalah raja (Katanya)


Ungkapan konsumen itu adalah raja sepertinya tidak berlaku di negeri ini, sepertinya disini konsumen adalah penanggung beban perusahaan.

Lihat saja kenaikan (sudah direvisi) harga gas elpiji beberapa hari lalu oleh perusahaan Negara dengan alasan adanya kerugian triliyunan rupiah. Sehingga dengan terpaksa harga jual harus dinaikkan…

Ironis memang nasib konsumen dari perusahaan milik Negara yang notabene adalah warga Negara itu sendiri. Padahal kita semua tahu, salah satu faktor penyebab kerugian yang dialami suatu perusahaan negeri ataupun swasta adalah dari ketidakbecusan pengelola perusahaan itu sendiri. So kenapa konsumen yang jadi korban...

Dan bukan hanya satu perusahaan saja yang “terbiasa” merugikan konsumennya. Contoh masalah listrik terutama dengan frekuensi pemadaman listrik, dibeberapa kabupaten di tempat warcoff dari dulu hingga kini sudah terbiasa dengan namanya “mati” lampu. Padahal konsumennya setiap bulan selalu setia membayar tagihan listrik meskipun tidak sampai 24 jam bisa menikmati listrik hehe.

Entah kapan mereka bisa memberikan pelayanan terbaik, ada banyak alasan dan penyebab tentunya, tapi bisa jadi karena mereka adalah perusahaan milik Negara sehingga mungkin terlalu banyak “tangan” yang bisa menjadi pengambil keputusan dan akhirnya terimbas pada proses produksi dan distribusi :). Yah semoga kedepan lebih baik.

Comments

  1. yah, beginilah yang harus kita terima bersama Mas. ambigu dan ketidakpastian.

    ReplyDelete
  2. I always support what is in this article

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts