Empat produk asli Indonesia

Terkait dengan gerakan cinta produk Indonesia, warcoff ingin berbagi tentang empat produk asli Indonesia yang dipersulit masuk ke pasar Uni Eropa. Keempat produk tersebut sebagai berikut : (sumber finance.detik.com)

1. Kelapa sawit
Ekspor kelapa sawit ke Eropa dipersulit karena adanya isu kesehatan dan deforestasi atau kerusakan lingkungan hutan.

Bagi warcoff pribadi hal ini satu sisi bisa dimaklumi karena memang pembukaan lahan atau hutan untuk perkebunan sawit di Sumatera atau Kalimantan memang secara tidak langsung telah menjadi penyebab kerusakan hutan dan lingkungan negeri ini.

So ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk dengan tegas membatasi ijin pembukaan lahan perkebunan sawit. Jangan hanya mementingkan urusan ekonomi semata atau bahkan pihak-pihak tertentu saja :D.

2. Ikan Tuna
Ekspor ikan tuna Indonesia ke Uni Eropa dihadang tarif bea masuk yang tinggi. Tingginya bea masuk disebabkan tidak ada perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa.

Sedangkan tarif bea masuk untuk ikan tuna yang dikenakan Uni Eropa ke Thailand dan Vietnam jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia. Bahkan produk ikan tuna dari Papua Nugini (PNG) ke Uni Eropa bebas bea masuk.

So disinilah dituntut kreatifitas dari para pengusaha untuk merubah ekspor tuna mentah menjadi olahan (kalengan, etc). Pentingannya industri pengolahan bahan mentah ini memang mempunyai lebih banyak dampak positif, tidak hanya dari bea masuk dan harga jual tapi juga untuk menambah lapangan kerja.

3. Kayu
Untuk produk yang satu ini sebenarnya juga bisa dimaklumi kenapa dipersulit hehe. Sayangnya celah inilah yang menjadi keuntungan negara-negara “pengimpor” kayu kita selama ini, tak heran jika banyak kasus illegal loging ke negara tetangga banyak terjadi.

Ini terbukti dari data yang ada Indonesia hanya menguasai sekitar 10% hingga 15% pasar produk kehutanan ke Uni Eropa, kalah dari Malaysia dan China yang menguasai 20%-25%. Nah padahal sudah jutaan hektar hutan kita yang musnah hehehe.

Terkait illegal loging, ditempat warcoff sendiri sudah menjadi “rahasia umum” dimana pembawa kayu illegal bisa lolos atau dibiarkan lolos dari pemeriksaan dengan cara mengangkutnya dengan “truk khusus” atau alat transportasi tertentu lainnya. Yah disini memang terlihat masih lemahnya kesadaran pihak terkait yang masih dengan mudahnya terkait oleh benda yang bernama uang hehehe.

4. Kopi luwak
Nah untuk yang satu ini warcoff sangat tidak mendukung apalagi jika alasannya karena faktor kesejahteraan hewan (welfare animal) luwak/musang yang terancam atau lainnya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Kopi Luwak Indonesia Edy Panggabean umumnya jenis kopi yang ada di Uni Eropa dibedakan menjadi 3 macam kopi yaitu kopi industri, kopi premium dan kopi spesial. Kopi luwak masuk ke dalam jensi kopi spesial yang tidak mempunyai tandingan di Uni Eropa.

Karena masyarakat Uni Eropa bahkan hingga Amerika Serikat mulai menyukai kopi luwak Indonesia. Kopi luwak dianggap kopi yang mempunyai cita rasa tersendiri dan berbeda dengan jenis kopi lainnya. Itulah mengapa negara Uni Eropa hingga Amerika Serikat gencar melakukan kampanye hitam atas kopi luwak Indonesia.

Mengenai klasifikasi kopi industri (komersial), premium dan special dikategorikan berdasarkan nilai tingkat kecacatan kopi itu sendiri.

Istilah kopi special, menurut sumber wikipedia pertama kali dipakai tahun 1974 oleh Erna Knutsen di Tea & Coffee Trade Journal. Knutsen memakai istilah tersebut untuk menyebut biji dengan rasa terbaik yang dihasilkan di daerah beriklim mikro istimewa.

So semoga bermanfaat.

Comments

  1. wahh kalo ikan tuna banyaak banget di tanah kelahiran saya Mas. top pisan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kapan2 boleh kita pesta ikan tuna ya mas hehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts