7 Alasan perubahan merek atau nama perusahaan (studi kasus tokobagus.com)

Seperti kita ketahui, ada banyak strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan dengan tujuan tertentu yang telah disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan.

Salah satu strategi pemasaran itu antara lain merubah merek atau nama, seperti apa yang dilakukan oleh situs web Tokobagus yang telah berubah menjadi OLX Indonesia. Pengelola Tokobagus telah mengumumkan secara resmi bahwa situs web tersebut berganti nama mejadi OLX mulai Selasa (20/5/2014). Dalam sebuah pernyataan resmi, OLX menerangkan bahwa perubahan ini hanya terjadi pada nama dan URL baru. Aktivitas jual-beli dan pemasangan iklan tetap bisa dilakukan seperti biasa.

Tidak diketahui secara pasti alasan utama pergantian nama atau merek Tokobagus tersebut. Dari berita di http://tekno.kompas.com diceritakan bahwa nama OLX sendiri adalah sebuah merek e-commerce global yang dimiliki oleh Naspers, sebuah grup media besar yang telah berinvestasi di Tokobagus sejak tahun 2010.

Terlepas dari itu, warcoff sebagai orang awam tertarik untuk coba menganalisa tentang perubahan itu, kenapa harus merubah nama yang sudah terkenal dan sudah bercitra baik tersebut dengan nama lain yang mungkin masih belum familier di sebagian para pengguna online di Indonesia.

Secara teori ada tujuh alasan mengapa perusahaan harus mengubah nama atau merek sebagai berikut : (sumber)

1.Alasan pertama adalah asosiasi nama merek yang berpotensi merugikan nilai merek.
Satu contoh adalah merek Kentucky Fried Chicken. Di Amerika, fried diasosiasikan negatif dengan dampaknya atas kesehatan konsumen (umumnya, orang Amerika kini sadar kolesterol). Karena itulah rantai restoran ayam ini kini lebih sering memakai singkatan KFC ketimbang nama Kentucky Fried Chicken, sambil mencoba menghindari sebisa mungkin konotasi negatif kata ‘fried’.

Pada contoh tokobagus, warcoff kira bukan ini yang menjadi alasan pergantian merek atau nama mereka, karena secara asosiasi nama tokobagus tidak punya potensi merugikan nilai merek, malah sudah menjadi nilai tambah dengan keunikan bahasanya yaitu tokobagus, yang bisa diartikan toko atau tempat jualan yang bagus (baik,terpercaya, rapi, teliti, etc).

2.Alasan kedua perubahan nama merek yaitu terkait dengan asosiasi merek. 
Dalam hal ini, asosiasi merek material atau imaterial dipersepsi konsumen merugikan nilai merek itu. Kemungkinannya adalah merek bercitra lemah, sehingga merek rusak gara-gara publikasi negatif. Agar merek bercitra lebih bagus, re-framing asosiasi mungkin butuh banyak dana dan waktu lama. Perubahan nama merek bisa menjadi solusi; maka perubahan nama merek biasanya sekaligus juga bermakna perubahan positioning. Perubahan merek memberi ‘kehidupan kedua’ bagi merek yang menjadi korban publikasi negatif.

Nah untuk alasan yang kedua ini juga sepertinya bukan, karena citra tokobagus selama ini sudah cukup baik di mata konsumen, baik itu pembeli ataupun penjual.

3.Alasan ketiga mengubah nama merek adalah perbedaan nilai-tambah antar merek perusahaan yang sama (kesenjangan nilai ini biasanya terasa pada familiaritas merek). 
Misalnya, dulu perusahaan Consolidated Foods (CFC) pernah mempunyai merek bernilai lebih tinggi ketimbang merek korporatnya sendiri; mungkin karena itulah CFC mengubah namanya menjadi Sara Lee. Mirip dengan itu, pada tahun 1994 BSN mengubah namanya menjadi Danone.

Untuk alasan yang ketiga ini sepertinya bisa mungkin jadi salah satu faktor perubahan tersebut , merek OLX dianggap lebih global dibandingkan tokobagus yang cenderung Indonesia banget. Dan bisa juga terkait dari visi misi perusahaan Naspers yang memang sudah dikenal sebagai perusahaan internasional

4. Alasan keempat pemasar mengubah nama merek yaitu karena nama merek itu kurang berpeluang untuk dipakai pada produk di kategori produk lain (ekstensi merek). 
Perubahan nama merek menjadi suatu keharusan, khususnya bagi nama merek sugestif dan deskriptif, supaya nama merek bisa dipakai dalam kategori produk lain. Di Amerika Serikat, United Aircraft mengubah namanya menjadi United Technologies agar mampu memperluas operasinya di luar industri penerbangan.

Alasan keempat ini bisa menjadi salah faktor juga, karena terkait strategi pengembangan pasar ataupun lainnya dari perusahaan investor terkait.

5. Alasan kelima perubahan nama merek yaitu menyangkut pemakaian nama merek di beberapa kawasan bahasa atau di pasar yang secara geografis berbeda. 
Mungkin nama merek sulit diucapkan di daerah lain atau tidak mampu membangkitkan asosiasi yang diinginkan. Misalnya: Allegheny Airlines di Amerika yang mengubah mereknya jadi US Air, Document Hadling Limited yang menjelma jadi DHL, dan Esso (Standard Oil) mengubah namanya jadi Exxon karena portfolio perusahaan kini lebih luas ketimbang sekedar minyak.

Ini juga bisa menjadi alasan perubahan tersebut, seperti yang warcoff tulis diatas dimana nama Tokobagus yang Indonesia banget mungkin dianggap akan sulit dikenali atau berkembang secara global. Meskipun bagi warcoff pribadi, alasan ini kurang tepat jika dijadikan faktor perubahan karena pengucapan tokobagus dengan bahasa lain akan membuatnya jadi lebih unik, sebagaimana kita orang Indonesia mengucapkan merek nike dengan beragam aksen (naiki, naik, atau nike).

6. Alasan keenam perubahan merek adalah merjer, akuisisi, dan aliansi. 
Dalam hal ini, masing-masing partner biasanya ingin ‘melihat’ nama yang dulu dipakainya ada dalam merek baru. Konsumen perusahaan aslinya tidak akan merasa asing dengan nama merek baru tersebut. Nama merek paska merjer, misalnya: Unilever (merjer tahun 1929 antara Margarin Union dari Belanda dengan Lever Brothers dari Inggris), Chase Manhattan (merjer antara Chase National Bank of the City of New York dengan Bank of Manhattan) dan British Leyland (merjer antara British Motor Holdings dan Leyland Motor Corporation).

Nah bisa jadi inilah mungkin yang menjadi salah satu faktor perubahan. Meskipun menurut warcoff, perubahan dari nama tokobagus ke olx kurang "nyambung", baik secara makna, pengucapan ataupun ejaan. Kesan yang ditimbulkan malah seperti telah terjadi perang besar sehingga pihak yang kalah harus rela menyerahkan “kehormatannya” hehehe.

7. Alasan ketujuh perubahan nama merek adalah karena munculnya masalah hukum pada nama merek. 
Misalnya, pada tahun 1993 merek parfum baru Champagne (Yves Saint Laurent) terpaksa dirubah karena nama itu telah diproteksi di Perancis untuk minuman anggur dari distrik Champagne. Yang turut dipermasalahkan adalah botol parfum ini meniru bentuk sumbat botol champagne. Pemakaian nama merek Apple (komputer) dibatasi pada peralatan yang tidak mengeluarkan musik; lantaran perusahaan rekaman Beatles lebih dulu memakai nama ini.

Untuk alasan yang terakhir ini juga sepertinya bukan karena secara umum kita tidak pernah mendengar adanya masalah hukum pada merek atau nama tokobagus.

Demikian tadi teori tentang alasan perubahan nama atau merek perusahaan, dan sedikit analisa sederhana versi warcoff. Dari ketujuh alasan tersebut kita bisa mengira atau menganalisa sendiri apa sebenarnya penyebab perubahan nama suatu perusahaan, dalam hal ini tokobagus menjadi olx.

Untuk para pesaing tokobagus, tentu hal ini bisa jadi kesempatan besar untuk lebih menguatkan nama atau merek mereka, terutama di Indonesia. Seperti kata pepatah "apalah arti sebuah nama", tapi di Indonesia khususnya, nama itu penting bahkan untuk merubah nama lahir ke yang barupun ada upacara tersendiri yang harus dilewati dengan persyaratan tertentu hehe.

So sekarang kita lihat saja kedepan, bagaimana perkembangan tokobagus dengan nama barunya (:. Semoga manfaat.




Comments

  1. saya baru ngeh kalo KFC lebih prefer pake singkatan daripada nama panjangnya. memang bener sih Mas. saya menjumpai dimanapun, KFC nggak pernah lagi terbaca nama panjangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah hebatnya seni berdagang ya mas, sesuatu bisa dirubah secara halus hingga kita sebagai konsumen kdg tidak menyadarinya .

      Delete
  2. menarik, ternyata nama juga sangat berpengaruh yah!, itu sebabnya untuk nama merek dagang yang sudah sangat terkenal, jika di jual bisa sangat mahal harganya karena sudah di kenal oleh publik, seperti contoh beberapa waktu yang lalu NOKIA yang di beli oleh Microsoft wow, gedong sekali harga jualnya.. keren .. sharingnya bro, mayan buat tambahan pengtahuan trims :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sepakat banget ini nambah pengetahuan banget. pinter banget mas warcoff

      Delete
    2. tentu nama atau merek sangat berpengaruh sob, nah yg jadi pertanyaan nama tokobagus kenapa gak dijual ya? hehehe

      Delete
  3. mulai ngeh ketika membaca sampai pada poin ketiga kebawah,jadi intinya tokobagus merubah nama mereknya untuk memperluas jaringan baik pemasaran,investor maupun lainnya (kurang ngerti nih bidang ginian jadi kata2nya rada awam sekali hehe)
    memang sih bagus untuk perusahaan itu, semakin mendunia jadi tidak hanya lingkup indonesia saja,tapi secara pribadi (sebagai warga negara indonesia) saya sedikit menyayangkan,hehe soalnya nampak tokobagus itu udah keren dan familier untuk orang indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pastinya kita belum tahu Dyah, karna tulisan ini masih praduga base on analisa dengan teori yg ada :)
      tapi saya juga setuju dgn kamu yg menyayangkan perubahan nama itu, karna sudah begitu melekat dihati para pengguna online Indonesia.

      Delete
    2. yah tapi analisa tersebut memang cukup meyakinkan walaupun belum tentu benar, secara logika pun dapat diterima :)
      begitulah, memang mau tidak mau harus merlakannya,

      Delete

Post a Comment

Popular Posts