Cinta Dalam Kopi

Angin musim panas bulan Agustus 2014 berhembus cukup kencang… saat aku melangkahkan kaki menyusuri trotoar kota  sore itu…

Ini pertama kali aku berkunjung kota ini… Terlihat jalanan dipenuhi orang berlalu lalang, dengan berbagai ekpresi wajah yang selaras dengan kondisi gedung-gedung kuno yang masih berdiri kokoh tanpa terpengaruh oleh berpuluh hingga beribu detik waktu yang telah berlalu…

Sungguh Kota yang eksotis dan bernuansa romantis…


Sebuah Kedai kopi...
Kurang lebih seratus langkah aku berjalan, terpatri pandanganku ketika melihat kedai kopi tua di persimpangan jalan…Kedai kopi disebuah bangunan kuno bekas kolonial yang tampak ramai dipenuhi pembeli…

Ah pasti nikmat minum kopi disitu...bathinku, apalagi aroma kopi hitam menyerbak seakan mengundangku dan menarikku tuk singgah di kedai kopi itu…

Spontan tubuhku berbelok  arah bahkan jiwaku seakan sudah lebih dulu melayang kedalam kedai kopi itu…

Aku lalu memesan secangkir kopi …tak lama secangkir kopi panas beraroma khas sudah tersaji lengkap dengan  sepiring penganan asli kota itu…ah nikmat sekali…tidak hanya pada tegukan pertama bahkan ampasnyapun seakan jadi terasa enak luar biasa…wow sungguh ini kopi terenak yang pernah kuminum seumur hidupku!...

Penasaran aku bertanya pada sang pelayan, kiranya apa yang menjadi rahasia…sang pelayan tersenyum sambil berkata, tak ada rahasia, kopi yang dipakai adalah kopi yang sama dengan yang lain…cara pengolahan ataupun penyajiannya juga tak berbeda…

Tapi anda boleh bertanya pada sang pemilik kedai ini, jika masih ingin tau lebih jauh…

Ya aku mau…kataku senang…tolong kenalkan aku dengannya…

Sebentar kata sang pelayan…akan kupanggilkan, tunggulah disini…

Sebuah perkenalan...
Sesaat sang pemilik kedai itupun datang, namun tak dinyana, ternyata pemiliknya adalah seorang wanita muda, berhijab dan beralis tebal…

Ada yang bisa saya bantu ?...sapa lembut sang pemilik kepadaku…
Ah suaranya…begitu indah…eh begini mbak… eee…

Putri…itu namaku…ucapnya dengan halus tapi jelas…

Begini Putri, mmm...belumlah sempat aku berkata lebih jauh…kulihat dia menatapku dengan santun…menunggu dengan seksama apa yang akan kutanyakan..

Tatapannya itu… buat mulutku seakan terkunci… ohh alis tebalnya…selaras dengan sorot mata indahnya… jiwaku seakan sembunyi  terbawa suasana…hingga pikiranku tak lagi fokus pada apa yang ingin kutanyakan….

Maaf mas…kenapa diam saja???...tanya Putri heran melihat sikapku…

Eh sori kataku tersipu…tesadar dari  kekagumanku…

Setelah mengambil nafas sejenak…barulah aku bisa sedikit mengontrol diri…
emmm begini… saya ingin tau rahasia dibalik kelezatan kopi hitam di kedai kamu ini, karna belum pernah aku merasakan kopi hitam seenak ini… sudah banyak kedai kopi di seluruh dunia ini aku datangi tapi baru disini aku menemukan rasa yang sungguh luarbiasa…

Bolehkah aku tau rahasianya?...

Putri tidak langsung menjawab…tapi malah tersenyum yang makin membuatku melayang…

Mungkin sudah dijelaskan oleh pelayanku tadi, bahwa tidak ada resep khusus dalam proses pembuatan kopi kami…tapi yang jelas adab dan tata cara pengolahan kopi disini berasal dari buyutku…dan itu tidak pernah berubah sampai kini…

Tidak ada ritual ataupun ramuan khusus yang ditambahkan, biji kopi yang digunakanpun berasal dari perkebunan kami sendiri…so mungkin rasa itu disebabkan oleh suasana disini…

Yah bisa jadi begitu…sambungku, suasana di kedai ini memang berbeda, sangat nyaman meskipun sederhana…ada nuansa tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata…

Btw apakah Putri juga penggemar kopi? …tanyaku

Hahaha dia spontan tertawa..hingga terlihat rentetan gigi putihnya yang bak mutiara…dan itu semakin buatku tak karuan menahan perasaan…

Tidak…aku tidak suka kopi…aku disini hanya meneruskan usaha bapakku saja…aku malah lebih suka dengan teh dan susu…

Oh ya hmmm, itu menarik, sangat jarang pemilik kedai kopi yang tidak suka minum kopi sepertimu…kataku

Dan yang penuh pesona sepertimu..bathinku ikut bicara

Kemudian kami berdua hanyut dalam percakapan yang akhirnya bukan hanya membahas tentang kopi ataupun sejarah kedai miliknya tersebut…

Sayang waktu sepertinya tidak perduli dengan itu…tetap saja dia berlalu hingga tak terasa saat maghribpun  tiba…

Dengan berat hati…harus kuakhiri obrolan hangat itu…namun aku bilang pada Putri jika besok aku akan singgah lagi kesini…setelah ucapkan salam akupun berlalu dengan hati yang terus berdoa moga esok bisa ketemu sesuai rencana…

Sebuah pertanyaan...
Dan esok yang ditunggupun akhirnya datang juga…meski paginya aku harus menyelesaikan urusan bisnis dengan klienku…setelah semua urusan kelar, bergegas kuarahkan kaki menuju kedai kopinya Putri, si pemilik kedai yang berhijab dan beralis tebal…

Tibalah aku dipersimpangan jalan tempat kedai kopi itu berada… Tapi…Tak kutemukan lagi kedai kopi itu!!!…

Kutanyakan pada orang sekitar, namun tidak ada yang tahu…malah mereka heran karena di persimpangan itu tidak pernah ada kedai kopi…yang ada hanya bangunan tua yang lama tak berpenghuni sejak puluhan tahun lamanya…

Aku sungguh merasa bingung… tak mungkin salah jalan…baru kemarin aku melewati jalan ini!!...apa yang sebenarnya terjadi ?!...

Lalu kudekati bangunan tua itu, terlihat jelas jika sudah lama tak ditunggui… debu dan sarang laba-laba tampak memenuhi seluruh ruang…tak ada bekas yang menunjukkan jika dulunya adalah kedai kopi…

Aku terduduk lemas didepan pintu masuk bangunan itu…tak mengerti dengan apa yang telah terjadi…
Jelas kemarin bukan mimpi…masih tergambar jelas wajah Putri dengan hijab dan alis tebalnya…apa maksud semua ini???...terpaku aku hingga waktu berlalu …tak sadarkan diri…larut malam…kelam…

Kriiinggggggg!!!!!!!!!!!!!!  ....suara alarm HP terdengar nyaring…buatku terbangun dari tidurku…

Oh… ternyata itu tadi mimpi…alhamdulillah…bathinku ucapkan syukur tak terkira…segera ku bangkit dari tempat tidur tuk bergegas siapkan diri…sekilas kulirik kalender di atas meja…terasa ada yang aneh…

Bukan bulan atau tanggalnya yang salah…tapi tahunnya…bukan 2014 tapi 2009.





Comments

  1. nah ada the time tunnel ternyata. untung nggak kebawa ke 1825. perang diponegoro kedai kopinya nggak aman, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya mas, malahan sebenarnya mau buat tahun 1884 hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts