Kereta Api, Kemerdekaan dan Dia

Untunglah masih sempat…kalau tidak, bakalan gelar koran di stasiun besar ini…Kereta yang kucari masih setia menungguku…karna memang lima menit lagi jadwal berangkatnya.

Aku suka naik kereta ini, meski kadang hanya setaun sekali aku naiki dan bukan kelas eksekutif tapi cukup nyaman, apalagi jadwalnya malem hingga resiko melihat, mendengar para *train singer (pengamen kereta) tidak begitu banyak, bukannya tidak menghargai usaha dan kerja keras mereka, tapi kebanyakan performa mereka tidak menarik, terlalu dipaksakan bahkan suka memaksakan…

Biarpun begitu, sejak kuliah aku memang paling suka naik kereta, apalagi tiap mau mudik terutama kelas ekonomi dan “katanya” bisnis, bukan karna tak punya uang tuk kelas eksekutif atau pesawat terbang tapi aku tidak kuat dinginnya ac dan kalau naik pesawat pilotnya banyak yang “kasar” saat landing hehehe.

Naik kereta ekonomi atau katanya bisnis itu seru, pemandangan para *hand or shoulder trader (pedagang asongan) dengan teriakan khasnya sudah jadi bagian kehidupan di kereta. Tanpa mereka perjalanan kereta yang puaaanjang dan luaaaama akan jadi semakin membosankan. *(terjemahan asal)

So pernah dulu bareng dua orang teman, naik kereta kelas rakyat dari Bandung ke Surabaya…wow sungguh mengesankan dan tidak akan terlupakan, penuh pesona diiringi drama musical serta teatrikal para entertain sejati.

Hingga akhirnya akupun berjanji dalam hati… tidak akan mengulangi naik kereta kelas itu apalagi kalau jaraknya juaaauh alias kapok.

Dan… hari ini tepat hari kemerdekaan negeriku yang tercinta, seiring dengan perjalananku ini. Bukannya tidak ingin memperingati atau lari dari upacara bendera, tapi memang dari eSDe hingga eSeMa, aku paling tidak suka ikut upacara bendera…bukan karena tidak nasionalis atau takut panas mentari tapi karna selalu ditaruh diurutan terdepan… yah begitulah nasib orang-orang imut seperti aku (dulunya).

Terkait dengan kemerdekaan di negeri ini…contohnya bisa kita lihat sejak dulu di kereta kelas rakyat ataupun yang katanya bisnis. Bukan kemerdekaan dari sisi kelayakan tapi dalam hal-hal lain seperti merdeka nyopet, maling n sejenisnya… merdeka nyanyi dan jualan, merdeka tidur, duduk disemua tempat, dempet-dempetan etc.

Yah begitulah asiknya naik kereta api, ada banyak makna tersirat, tersurat hingga terekam, terpotret, teremail, terbbm, etc.

Oh ya perjalanananku kali ini memang sudah aku niatkan jauh hari…bukan tuk bernostalgia dengan hal-hal diatas tadi…yang mungkin sudah tidak seperti itu lagi, tentu sudah ada perubahan toh (idealnya). Apalagi orang-orang pinter dan bijak sudah bertambah banyak yang mengelola perusahaan milik Negara itu. Amiiin.

Perjalananku ini tuk menemui dia…yang selalu kupinta dalam setiap doaku…dia yang sudah buat aku merindu selalu…yang selama ini saling menyapa dari jauh melalui hati dan dinding maya…rindu maya yang terasa nyata.

Bisa dibilang ini perjalanan hidup dan mati (agak didramatisir), karna tidak ada yang tau resiko dijalan toh. Berkorban jiwa raga tuk meraih cita dan cinta seperti halnya perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita dulu.

Bedanya tidak ada selendang sutra, ataupun saputangan merah...karena sudah berganti hijab dan alis tebalnya :).

Perjalanan yang penuh asa...dengan kereta senja yang akan berhenti di stasiun utama, bukan di batas kota seperti judul lagu lama…namanya kereta senja karena jadwal berangkatnya di senja hari… meskipun memang, keretanya beneran asli sudah tua. liat aja sendiri kalau tak percaya.

Perjalanan yang berbekal niat baik, tentu saja juga bekal uang transport, akomodasi, plus beberapa voucher diskon, lumayan buat pengiritan.

Perjalanan yang sungguh terasa lama, hingga akhirnya sampai di tujuan saat subuh menjelang. Untung tidak ada masalah hingga kedatangan sesuai dengan yang tertulis di tiket kereta. Sepertinya Tuhan meridhoi, moga dimudahkan.

Memang bukan yang pertama kali aku ke kota ini, suasana stasiunnyapun tak berubah…bahkan petugas stasiunnyapun kukira tetap sama, oh ternyata tidak…kebetulan dia anaknya petugas terdahulu.

Tapi memang kedatanganku kali ini berbeda karna khusus tuk bertemu dengan dia…berhijab dan beralis tebal.

Detik waktu terasa begitu mendebarkan, berat seakan kaki melangkah atau sekedar gerakkan jari tuk menekan tombol HP…campur aduk perasaan, rame rasanya seperti kata iklan permen di tipi.

Ingin beri kejutan tapi nanti dikira setan…ah dimana nyali lelakiku, bathinku…niat baik insya Allah berbalas baik…

Bismillah…kugerakkan jemari di HP tuk mengabari dia…mmm kutelpon atau ku sms, fb, twitt atau bbm atau ym atau whatsup, etc ???? jadi mikir lewat mana baiknya kirim kabar…ah jadi tambah bingung gak jelas …oh mungkin aku merapikan diri dulu di toilet stasiun…

Didepan kaca toilet kuber-refleksi…hmmm rambut gondrong dah rapi, tampang masih (keliatan) agak ganteng, wajah masih agak segar, baju di badan masih agak wangi (bau penumpang sebelah)…mmm semoga dia gak neg liat sosok ini…pikirku…

Setelah yakinkan diri dan berpikir positif jika penampilanku sudah oke…akupun keluar dari toilet dan segera letakkan jariku lagi di atas HP…Bismillah…tut…tut…tut…net..not…nit suara Hp mengarah ke nomornya dia…dan…

Ah ini kan masih pagi banget…gak tepat kalau telpon sekarang…hmm sebaiknya cari sarapan dulu disekitar stasiun ini…pikirku. Segera kumelangkah keluar stasiun dan tak sengaja ku melihat plang nama stasiun itu…dan itu buatku jadi terdiam dan terpaku…

Aku terpaku…memikirkan apalagi yang akan kutulis…takutnya tidak lucu padahal ini bukan cerita lucu…takut tidak seru padahal ini bukan cerita kepahlawanan…takut gak laku padahal ini memang bukan untuk dijual…

Akhirnya kuputuskan…akan kulanjutkan ceritanya dilain waktu. Sudah larut..saatnya beristirahat. Selamat Hari Kemerdekaan RI yang ke 69, moga terus lebih baik kedepannya!.







Comments

  1. Duh...jadi penasaran pengen tau kelanjutan ceritanya.. Kira2 apa ya gerangan yg membuat kamu terdiam terpaku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia mbak, ane belum tau apa itu hehehe

      Delete
  2. Ceritanya seru dan menarik, kayaknya saya harus nunggu kelanjutanya nih.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. doakan moga bisa segera dilanjutkan ya :D

      Delete
  3. berjanjilah dalam hati untuk melanjutkan kisah ini...setelah sarapan pagi di sekitar stasiun......keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  4. merdeka, ditunggu cerita dan episut selanjutnya juragan....salam yuli

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts