Rumah Di Ujung Jalan

Malam ini kami berencana menginap dirumah temanku yang akan baru ditempatinya. Bukan rumah baru tapi rumah kuno peninggalan kompeni. Rumah itu tepat diujung jalan, agak terpencil namun suasana sekitar sangat asri dan nyaman.

So rencananya sebelum ditempati keluarganya, kami berdelapan akan tidur disitu sambil membantu membereskan agar siap untuk ditempati…

Sore sekitar jam tiga sampailah kami dirumah itu…berkesan kusam karena lama tidak ditinggali…tetangga kiri-kanan, depan dan belakang cukup jauh apalagi halaman rumah cukup luas dan tertutupi banyak semak serta beberapa pohon besar di sekeliling rumah…

Rumah itu masih terlihat kokoh meski sudah berusia puluhan tahun…yang menarik adalah tata ruangnya, khas rumah-rumah peninggalan kompeni…dimana ruang-ruang terbagi dengan apik.

Dapur dan ruang makan plus keluarga dipisahkan dengan semacam jalan khusus seperti semacam bangsal dirumah sakit…

Ruang makan yang terbuka terlihat nyaman sekali, dapur yang luas lengkap dengan kamar pembantu dan gudang penyimpanan…sayang tidak terawat sehingga terkesan suram…

Di ruangan utama, ada dua kamar besar serta dua kamar berukuran sedang…yang menarik ada banyak pintu yang menghubungkan antar kamar, aneh juga pikirku seperti tidak ada privasi antar pemilik kamar…

Yang pasti rumah itu terasa adem meski diluar panas sangat menyengat…itu karena sirkulasi udara yang bagus…karena posisi lantai dengan plafon yang tinggi serta banyaknya ventilasi diantara tembok-tembok ruangan…

Memang hebat arsitek jaman kompeni…pikirku, itulah yang membuat aku sangat suka sekali melihat rumah-rumah kuno…

Dan tak terasa malampun tiba, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam…kami pun saking capeknya sudah bersiap untuk tidur…

Kami bertujuh tidur di ruang tamu sedangkan temanku yang empunya rumah tidur sendiri di ruang tengah…

Pas jam sembilan lebih tigapuluh menit…suasana mulai sepi hanya terdengar dengkuran teman-temanku…sedangkan aku belum bisa tidur sama sekali…

Tiba-tiba aku mendengar suara air di kamar mandi yang berada diruang tengah…

Seperti ada orang mandi bathinku…kulirik temanku yang diruang tengah…ah dia masih disana dengan pulasnya…lalu siapa itu?...

Ah mungkin itu suara dari kamar mandi tetangga…, sekedar tuk menenangkan hati meski jelas itu suara dari kamar mandi di rumah…untungnya tak lama...

Semenit kemudian…dari ruang belakang terdengar suara banyak orang…gak jelas apa yang dibicarakan tapi terdengar ramai seperti pasar…

Kulirik teman-teman disebelahku…sepertinya mereka tidak mendengar bahkan terlihat nyenyak sekali tidurnya…

Kuingin membangunkan salah satu teman, tapi aku sendiri takut tuk bangkit karena kuatir jika nanti melihat sosok tertentu…ihhh membayangkannya saja buat bulu kudukku seakan tercabut dari kulit …

Soalnya dulu pernah melihat sepasang kaki hitam penuh bulu mengantung didepan mataku…spontan aku terbata dan kaku seperti batu…walau ternyata… itu kakinya kakak yang sedang asyik duduk diatas genteng.

So aku gak siap melihat hal-hal yang tak diharapkan…lama terasa waktu berjalan namun suara-suara itu belum juga berhenti…

Sungguh aku merasa takut…semua doa kupanjatkan tapi membuatku semakin tidak bisa tidur…dan suara-suara itu semakin ramai dan dekat …yah semakin dekat persis diruang tengah…

Kemudian seperti ada yang memanggil namaku…suaranya halus dan berkesan cantik…ah coba kalau siang pasti aku akan cepat menoleh dan menyahuti…tapi ini ditengah malam buta ?!!!

Aku hanya diam…memejamkan mata lebih erat…namun suara memanggil itu semakin jelas…bahkan berbisik ditelingaku!!!...hingga terasa ada hembusan nafas dan aroma tubuh yang sungguh wangi…wangi parfum mahal!!!...gila ini setan kok gaul juga…pikirku…

Ahhh tolong jangan ganggu aku…teriak bathinku…satu sisi aku suka dengan wanginya tapi ini bukan saat yang tepat… aku hanya ingin teriak dan berlari tapi seakan semua tubuhku jadi kaku…

Lalu, tubuhku terasa ada yang menyentuh… hangat dan lembut sekali tidak dingin seperti dicerita pilem horor…tapi terasa ada kuku-kuku panjang yang seperti cakar menggores kulitku…ahhhh apa ini????!!!

Mau gak mau aku terpaksa harus membuka mataku meski cuma sedikit…agar tau siapa yang mengangguku itu…dan…

Braakkkkk!!! Tepat pukul satu pagi, tiba-tiba pintu depan terbuka lebar…bersamaan saat kubuka mataku…hilang pula sesuatu yang mengangguku beserta suara-suara aneh tadi…

Tidak ada angin ataupun sesuatu yang mendobrak pintu itu…Semua temanku terbangun…sekaligus heran dengan apa yang terjadi…

Semua bertanya… siapa yang mendobrak pintu depan itu ??! sedangkan diluar tidak ada siapapun…

Entahlah jawabku…kemudian aku bercerita apa yang barusan aku alami…mereka malah tertawa, bukannya prihatin atau ikut juga ketakutan…

Ternyata mereka sudah tau dengan keangkeran rumah itu…dan merasa tidak perlu mencari tau lebih jauh tentang penyebab pintu terbuka sendiri itu…

Berhubung masih jam stengah dua malam…kami memutuskan untuk meneruskan tidur lagi, meski aku sebenarnya sangat tidak setuju…tapi sekarang memang suasana sudah lebih tenang…

Yah sudahlah pikirku…tidak ada lagi suara atau bisikan seperti tadi…berganti suara dengkuran teman-temanku…

Akupun berusaha tuk tidur…lalu terlelap tanpa gangguan apapun dan mentaripun kembali menyinari pagi…

Saat bangun…kulihat sekeliling ruangan…sepi…sepertinya teman-temanku sudah bangun duluan dan lagi berada dibelakang atau halaman rumah…

Kucari mereka, siapa tau ada makanan tuk sarapan...namun hingga seluruh pelosok rumah bahkan dihalaman tak ada seorangpun...tapi mobil yang kami bawa kemarin masih ada...

Kemana mereka?!!! gerutuku...lalu kucoba menelepon salah satu teman tapi gak aktif...sedang asik menelepon...kudengar ada yang memanggilku dari dalam rumah...

Ah itu pasti mereka, sengaja sembunyi tuk menakuti...pikirku. Akupun masuk kedalam, tapi mereka tidak ada...lalu suara panggilan itu terdengar lagi... kali ini berasal dari dalam salah satu kamar utama...

Aku sempat geram karena merasa dipermainkan mereka...namun bukan itu yang buatku harus menghentikan langkah....tapi suara yang memanggil itu sepertinya tak asing bagiku...

Suara itu sama seperti semalam...halus dan berkesan cantik.





Comments

  1. Wah...serem juga tinggal di rumah baru itu... Kalau di Palembang sepertinya di daerah Tasik ya banyak rumah peninggalan kompeni... Trus itu kira2 siapa ya yang manggil2 apa mungkin penunggu rumah seram itu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pasti bukan saya lho Mbak

      Delete
    2. nah itu dia misterinya mbak, silakan diduga2 siapakah sebenarnya yg memanggil itu hehe
      n ya di daerah tasik byk rumah peninggalan kompeni sayang tidak sebanyak di pulau bangka, surabaya atau semarang

      Delete
  2. tapi kalo berdelapan sih kayaknya bakalan eksis aja kan dihantui apapun. ya Mas? hehe. btw saya ada pertanyaan, ini diambil dari kisah nyata atau cerpen yang dipersiapkan buat buku hayo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu dia mas untung berdelapan hehe, n iya ini dari kisah nyata, pengalaman pribadi, memang gak sampai kelihatan wujud mereka tapi suara2 dan pintu yang terbuka sendiri sudah cukup membuktikan betapa banyak n nakalnya penghuni di rumah itu :D

      cerita ini untuk iseng aja mas buat update blog n ngisi waktu luang biar gak bosen design terus hehehehe

      Delete
  3. serem iya kalo tinggal di rumah peninggalan kompeni hihi ga tenang tidur juga apalagi buat pergi ke wc nya oops~

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktu itu aku sampe nahan ampe lama tuh hingga akhirnya milih pipis di halaman depan rumah hehehehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts