Rupiah dan Dollar

Seminggu ini nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika hampir menyentuh angka Rp. 13.000. Bagi pekerja di industri kreatif seperti warcoff angka itu sungguh menggiurkan dan dinantikan hehehe.

Tapi bagi pengusaha produk konsumen seperti temannya warcoff, angka itu sungguh menakutkan, karna bahan baku dan kemasan masih import dari luar.


Yah kondisi nilai rupiah seperti itu punya dampak tersendiri bagi pelaku usaha. Satu hal yang positif menurut warcoff, ini pelajaran bagi pemerintah dan pihak terkait untuk tidak terlalu banyak mengimpor dari negara lain. Lihat saja bukan hanya barang elektronik yang kita impor, bahkan beras, kedelai dan ubi kayu yang notabene tumbuh subur dinegeri sendiri.

Kita ini negeri kaya, tapi cuma mampu menjual semua kekayaan itu dalam bentuk mentah, setelah berupa barang jadi eh kita beli sendiri (impor) dengan nilai yang jauh lebih mahal...

Yah ini cuma uneg-uneg saja, warcoff bukan ahli dibidang ekonomi. Moga pemerintah bisa lebih bijak dan tak hanya umbar bicara. Semoga kedepan lebih baik.

Comments

  1. saya pun setuju Mas, kalo kita sebaiknya mulai menanggalkan produk luar, jangan memudahkan import. era tinggal landas harus bener2 ada pokoknya.

    ReplyDelete
  2. kalo untung nilai tukar dengan dolar naik , mungkin bisa menjadi kebanggaan bagi orang yang memiliki GA dan ingin melakukan payout

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts