Pengemis (Jalan-jalan)

Perjalanan warcoff kali ini mash dengan misi yang sama, ada beberapa hal yang menarik perhatian warcoff di kota yang sedang dikunjungi saat ini, masih di pulau Jawa.

Salah satu yang menarik namun cukup menganggu yaitu aktifitas para pengemis, tidak hanya di dekat lokasi wisata tapi juga lingkungan pertokoan/minimarket, etc.

Mungkin perda yang mengatur atau melarang keberadaan pengemis sudah lama diberlakukan, namun seperti biasa pengawasannya kurang sama sekali. Warcoff jadi membayangkan kalau para pemimpin di kota ini mungkin kurang sekali jalan-jalan di seputaran kotanya sendiri, mereka mungkin lebih memilih jalan-jalan ke luar negeri.

Sehingga tak heran jika mungkin mereka tidak tahu jika kotanya dipenuhi banyak pengemis. Keberadaan pengemis disuatu kota, meskipun mereka mungkin bukan penduduk asli kota tersebut, bisa diartikan jika pemerataan ekonomi kota tersebut belumlah merata. Dengan kata lain pemimpin kota tersebut belum mampu menyejaterahkan rakyatnya.

Pengemis memang sudah menjadi profesi sebagian orang, bukan karena ketidakmampuan fisik ataupun keahlian dalam bidang tertentu. Inilah yang buat kita menjadi kurang simpatik dengan mereka. Tak peduli tua ataupun muda, cukup dengan modal memelas dan kurang malu, bisa mendapatkan uang, minimal untuk makan sehari-hari.

Kemampuan mengemis ini juga sebenarnya tidak hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu saja, tapi juga merambat pada golongan elit politik, dan pemerintahan kita. Demi sebuah jabatan, posisi, etc, rela mengemis pada yang punya kekuasaan hingga bawahan. Bedanya mereka cuma pada pakaian, pendidikan dan penampilan saja hehehe. Semoga manfaat.


Comments

Popular Posts