Wisata Heritage dan Industri Semen Padang ( Green Industry)

Berwisata merupakan suatu kegiatan yang mengasyikan, selain liburan juga bisa menjadi ajang untuk menambah wawasan pengetahuan dibidang tertentu.

Warcoff sendiri termasuk penghobi wisata alias jalan-jalan. Warcoff sangat menyukai wisata-wisata yang terkait dengan heritage (pusaka) meliputi alam dan kebudayaan.

Selain itu meskipun bukan seorang aktifis lingkungan di organisasi tertentu, tapi warcoff sangat mengagumi dan mendukung usaha-usaha pelestarian alam, baik oleh individu, organisasi ataupun perusahaan. Dan warcoff juga pernah terlibat di proyek g to g yang terkait dengan pengolahan limbah serta proyek penerapan konsep 3R (recycle, reduce, reuse) tingkat kotamadya.

Nah dalam rangka ulang tahun ke 106 Pendirian Pabrik PT Semen Padang (18 Maret 1910-18 Maret 2016), PT Semen Padang dan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, bekerjasama dengan komunitas WEGI mengadakan kegiatan Wisata Heritage dan Industri Semen Padang. Selengkapnya bisa dilihat pada poster dibawah ini :

sumber gambar disini
Kompetisi ini terbuka untuk para blogger. Blogger yang ingin berpartisipasi silakan ikuti syarat dan ketentuannya mumpung deadlinenya diperpanjang hingga 29 Februari nanti.

So warcoff ingin sekali bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut. Apalagi warcoff saat ini lagi di Jawa dan jujur saja belum pernah ke Padang atau Bukit Tinggi hehehe.

Terkait dengan wisata industri Semen Padang, tentu sangat menarik untuk dikunjungi terutama dengan pembangunan Pabrik Indarung VI yang menerapkan kaidah dan standar green industry secara keseluruhan. Dimana secara garis besar penerapannya sebagai berikut : (sumber)
  • Penerapan management air dimana pemanfaatan air proses dengan me-recycle air buangan pabrik Indarung II, III, IV dan V untuk digunakan kembali / reuse  air proses pada pabrik Indarung VI
  • Pengendalian emisi, melalui penggunaan Bag House Filter (BHF) dan Electrostatic Precipitator (ESP)sebagai alat untuk pengendalian emisi debu pada proses produksi, dengan target emisi debu maksimal 30 mg/Nm3. Sementara standar emisi debu berdasarkan Keputusan Mentri Lingkungan Hidup No. 13 tahun 1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber tidak Bergerak adalah 80 mg/Nm3.
  • Efisiensi bahan bakar dan energi, dengan Penggunaan teknologi Variable Speed Drive (VSD), penggunaan batu bara low calories dan pemakaian peralatan yang mempunyai efisiensi tinggi.
  • Pengendalian limbah melalui pengelolaan limbah B3 sesuai Sistem Manajemen Semen Padang (SMSP) yang mengacu standar ISO 14001. dan peraturan perundangan yang berlaku.
  • Pabrik Indarung VI menyediakan Green Belt Area, melalui penyiapan area hijau di lokasi pabrik melalui kegiatan penanaman pohon pelindung dan saluran pengendali aliran air.
  • Bangunan Central Control Room VI nantinya, mengaplikasikan Green Building antara lain, penggunaan lampu penerangan dan pendinginan ruangan yang hemat energi dan penggunaan air yang disirkulasi untuk MCK
Ini tentu bisa menjadi contoh yang bagus bagi perusahaan-perusahaan lain di negeri ini untuk bisa menerapkan konsep green industri. Sebagaimana yang menjadi prinsip Wegi (we green industri), dimana penerapan kaidah dan best practices Green Industry oleh perusahaan di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, dengan tidak hanya mencari keuntungan, tapi juga aspek masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dan dari apa yang telah diterapkan oleh PT. Semen Padang menunjukkan jika mereka tidak hanya sebagai pabrik semen pertama di Indonesia, tapi juga telah membuktikan slogan “kami telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya”. Semoga manfaat.




Comments

Popular Posts