Pahlawan Iklan


Iklan memang dibuat untuk menarik perhatian semua orang, selain visual tentu saja secara verbal. Permainan kata atau kalimat yang menarik diharapkan bisa langsung membuat orang tertarik.

Seperti kata pahlawan yang dijadikan kata kunci penarik hati, gambaran kasarnya seperti begini “loe beli ditempat kami, maka loe akan jadi pahlawan”. Iklan seperti ini memberikan kesan jika untuk menjadi seorang pahlawan itu ada pamrihnya. Atau dengan kata lain bukan karena ketulusan. So makna pahlawan yang tulus jadi terasa luntur.

Sebenarnya ada banyak iklan yang seperti ini, ibaratnya memberikan jaminan tertentu agar orang tertarik pada produk atau jasanya. Seperti misal jika membeli produk kami maka sekian ratus rupiahnya akan didonasikan kepada yang berhak, etc, bla-bla. Atau iklan suatu sekolah tinggi yang menjamin 100% lulusannnya akan diterima kerja tanpa menyebutkan syarat dan ketentuannya.

Iklan seperti itu memang tidak bisa dikatakan salah atau berlebihan bila dikaitkan dengan salah satu tujuan dari iklan yaitu untuk menimbulkan rasa suka. Dan rasa suka ini memang bisa diartikan mau atau tertarik, paling tidak suka atau mau melihat iklan tersebut dan diharapkan bisa melekat di pikiran hingga akhirnya mau mencoba membeli atau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Itu juga semua memang didorong karna adanya persaingan yang tinggi hingga bisa dimaklumi jika kadang ada iklan yang berkesan “agak bikin ngilu” menurut warcoff hehe. So warcoff berharap pada pihak-pihak yang terkait dengan pengawasan terhadap iklan pada khususnya untuk bisa lebih memperhatikan penggunaan kata-kata atau kalimat yang punya makna tertentu tersebut.

Dan yang terpenting sebagai konsumen atau calon konsumen yang tertarik pada sebuah iklan jangan lupa untuk melihat syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum memutuskan untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Semoga manfaat.



Comments

Post a Comment

Popular Posts