Kenaikan Harga Rokok (Perlu atau tidak)

Wacana atau usulan kenaikan harga rokok memicu beragam pendapat pro dan kontra. Menurut warcoff pribadi usulan ini cukup menarik, karna pasti ada sisi positif dan negatifnya.

Harga rokok saat inipun sebenarnya sudah cukup tinggi, ada yang 20 ribuan perbungkus, terutama jika dilihat dari harga yang tertera di kemasan.

Usulan atau wacana itu sebenarnya sah-sah saja, tapi masalahnya kita bukan negara pengimpor rokok, so tidak tepat jika itu diberlakukan dinegara kita. Jika memang kenaikan harga itu ditujukan untuk mengurangi prilaku merokok rasanya juga kurang tepat, karna kesadaran untuk berhenti itu sangat tergantung kepada individunya sendiri.

Harga yang tinggi memang akan membuat para perokok dengan penghasilan pas-pasan untuk berpikir seribu kali membeli rokok perbungkus. Namun harus diketahui keinginan seorang untuk merokok akan membuat mereka akan melakukan apa saja untuk dapat memenuhi keinginannya itu. Kecanduan merokok itu hampir mirip dengan kecanduan terhadap narkoba dan sejenisnya. So gak kebayang jika para perokok dipaksa berhenti secara massal hehehe.

Semoga saja wacana atau usulan itu bukan sekedar topeng dibalik maksud-maksud lain yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Karna kita tau, berapapun harga rokok nantinya, dipastikan pembelinya akan tetap ada...



Comments

  1. Hehe., lebih baik harga miras dinaikin ketimbang harga rokok yg dinaikin..
    di cafe-cafe rokok sudah mahal duluan broo

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu, mending harga diri pihak terkait diturunkan biar lebih ngerti kondisi rakyat kecil hehehe

      Delete
  2. Dan, satu lagi, apakah kenaikan harga rokok itu berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan petani tembakau?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu yg gak bisa dijawab oleh pihak terkait hehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts