Sewa motor Murah Jogja

Ibu adalah Superwoman, kalau Bapak ?

Ada sebuah cuplikan iklan komersial yang menarik perhatian warcoff yaitu tentang seorang bapak yang menanyakan kepada anaknya tentang makna gambar yang dibuatnya. Cuplikan percakapannya kurang lebih sebagai berikut :

Bapak : Wah gambar apa itu nak?...
Anak : Oh gambar Ibu menjadi Superwoman...
Bapak : loh kalau bapak apa ?
Anak : kalau bapak kan cuma kerja saja, sedangkan ibu selain bekerja juga masak, ngurus rumah etc.

Spontan sang bapak seperti terhenyak dengan jawaban anaknya tersebut dan langsung menghampiri istrinya dan lalu berkata...”kalau kamu bisa kerja, aku juga harus bisa masak”...”jeng jeng”.

Satu sisi pesan yang disampaikan iklan tersebut sangat baik yaitu tentang peran seorang Ibu didalam kehidupan keluarga. Dan sungguh sangat pantas jika sosok Ibu dikategorikan sebagai superwoman, dimana dia harus mengurusi berbagai hal terkait urusan rumah tangga tanpa pernah kenal lelah.

Sudah seharusnya memang seorang bapak atau suami ikut membantu tidak hanya fokus pada pekerjaannya saja apalagi mengeluh jika ada yang kurang dari pelayanan istrinya.

Tapi ada hal yang agak menganggu warkop dari cuplikan dialog iklan tersebut yaitu kesan jika wanita atau istri seperti harus atau wajib bekerja diluar rumah (berkarir, etc). Hingga menjadi seperti sebuah “doktrin” pada seorang anak bahwa peran/kewajiban seorang ayah dan ibu itu sama dalam keluarga.

Bagi warcoff pribadi, bagaimanapun peran suami/ayah dan istri/ibu dalam sebuah keluarga tetap punya perbedaan meskipun jika keduanya bekerja (berkarir).

Sepertinya ini mungkin terkait dengan jargon kesetaraan gender (Keadilan gender atau pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yang setara dan tidak didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka). 

Makna dan tujuan dari jargon tersebut memang baik, sayangnya sering ditujukan sebagai tuntutan untuk sebuah kesetaraan secara menyeluruh (peran dan fungsi). Apalagi kesetaraan gender versi liberal sudah sangat jauh dari tuntunan agama yang ada. Kasihan jika generasi kedepan dipengaruhi faham-faham yang seperti itu. Moga manfaat.

Comments

Popular Posts