Anggaran "Kunjungan Kerja" DPR 2010

Kunjungan anggota DPR ke luar negeri kembali menjadi sorotan. Untuk tahun 2010, anggota Dewan akan melakukan 58 kunjungan ke 20 negara dengan total nilai anggaran Rp 122 miliar. Demikian hasil investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) yang disampaikan kepada detikcom, Kamis (11/2/2010). Kordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA, Uchok Sky Khadafi, menjelaskan Rp 122 miliar itu 65 persen lebih besar dibandingkan anggaran Dewan untuk bencana alam sebesar Rp 8 miliar. sumber



Wau 122 milyar!!!, kalau untuk beli kerupuk bisa berton-ton hahahaha. Sungguh luar biasa kegiatan yang akan dilakukan oleh anggota DPR kita dengan menggunakan uang negara. Dan yang lebih "hebat" lagi anggaran itu lebih besar dari anggaran untuk bencana alam. Hmm kayaknya kunjungan ke luar negeri lebih penting daripada bencana alam :)



Sebagai anggota DPR mungkin memang perlu melakukan kunjungan untuk "studi banding" agar kinerja mereka bisa lebih baik, tetapi lebih baik lagi jika anggaran sebesar itu digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat buat kesejahteraan rakyat. Rakyat memilih mereka bukan untuk "belajar" tapi memikirkan kepentingan masyarakat. Bagaimana menyalurkan aspirasi rakyat, memberantas kemiskinan, memajukan pendidikan dan sebagainya.



Ini dari pengalaman seorang mantan anggota DPR, beliau bercerita bagaimana "suka citanya" anggota dewan bila ada jadwal kunjungan kerja ke luar (di dalam atau luar negeri). Bagaimana tidak senang, karena selain "jalan-jalan" mereka juga akan mendapatkan uang saku yang hitungannya bukan sekedar ratusan ribu ditambah fasilitas penginapan, transportasi yang bukan kelas bisnis biasa tentunya. Dan apa saja kegiatan mereka ? 30 % adalah pertemuan (kunjungan) dengan anggota DPR atau PEMDA setempat untuk saling bertukar informasi dan studi banding, nah 50 % nya untuk "plesir" dan 20 % untuk "belanja". Enak bukan :). Terus apa hasil dari "kunjungan" tersebut ? pastinya jadi "laporan" tertulis dan lesan. Apakah manfaat dari kunjungan itu ? nah ini yang gak jelas, karena sampai sekarang kesejahteraan dan aspirasi rakyat belum atau "lupa" dijalankan sesuai dengan janji "manis" waktu kampanye.



Tulisan ini bukan untuk mengdiskreditkan peran dan fungsi anggota DPR, tapi lebih ke harapan bahkan impian agar "mata" anggota dewan yang terhormat bisa lebih terbuka. Untuk lebih meningkatkan kinerja mereka dengan lebih baik. Bijaksana dalam menggunakan dan membuat rencana kerja agar lebih efektif dan efisien, karena uang milyaran untuk kunjungan kerja seperti itu lebih bermanfaat bila di aplikasikan buat kepentingan rakyat. Semoga :)

Comments

  1. peretama nih ,,,mudah-mudahan pejabat pada sadar,,

    ReplyDelete
  2. kalau baca ini jadi makin nepzong jadi dpr wakwkakwak

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D

    ReplyDelete
  3. moga kunjunganku kesini ada manfaatnya ya... :-)

    ReplyDelete
  4. Masya alloh, moga esok cerahlah...

    ReplyDelete
  5. Oiya Mas, cipika cipikinya lupa... hihihiih

    ReplyDelete
  6. @Achen... cipiki cipiki wkwkwkwkw
    @Buwel...amiiin

    ReplyDelete
  7. mereka sudah kebanyakan makan uang haram, jadi nuraninya udah gak bisa dipake lage....kata Allah, hatinya sudah tertutup untuk kebenaran...maka itu kita selalu diingatkan untuk menjaga tubuh kita dari hal-hal yang diharamkan, biar cahaya hati gak padam

    ReplyDelete
  8. Thanks amiiiiennya Mas....
    Dan semoga Mas Aulawi pun sukses selalu ya... :-)

    ReplyDelete
  9. kembali lagi,,,jalan pagi2 sambil ngupi,,hehehehe

    ReplyDelete
  10. Karena proses seperti itu sudah menjadi kebiasaan. Kunjungan dinas sekaligus plesir. Aji mumpung. Mumpung keluar negeri sekalian plesir dan ngajak keluarga. Monitoring harusnya datang dari anggota DPR itu sendiri karena selama ini monitoring yang datangnya dari masyarakat tidak pernah digubris.
    Salam kunjungan....nice post

    ReplyDelete
  11. @All..tq komengnya n moga bermanfaat :)

    ReplyDelete
  12. wah yang disini belum dijawab ya... hihiihih

    ReplyDelete
  13. kunjungan ke luar negeri untuk belajar etika memangnya anggota dpr pada tak punya etika padahal indonesia terkenal bangsa yang ber etika loo.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts