Malaria Observation System And Endemic Surveillance (MOSES)


Tim Bigbang dari Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB)memperkenalkan sistem Malaria Observation System and Endemic Surveillance atau MOSES, yang memungkinkan diagnosa jarak jauh penyakit malaria. MOSES merupakan sistem diagnosa jarak jauh malaria yang dapat mempercepat penanganan pasien di daerah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai.




Teknik yang digunakan adalah dengan cara mengambil data sampel darah, suhu pasien, dan anamnesa yang diambil di lapangan atau di pusat kesehatan masyarakat setempat dikirim langsung ke server komputer di kantor dinas kesehatan kabupaten/kota melalui telepon seluler yang di dalamnya berisi program MOSES. Dengan adanya sistem ini, data kondisi pasien itu kemudian dikirim ke tangan dokter yang kompeten di rumah sakit kecamatan atau di mana pun dalam waktu beberapa jam. Setelah melalui proses analisis atau diagnosa stadium penyakit pasien, dokter bisa segera mengeluarkan resep dan dikirim melalui layanan ponsel tersebut.




Sistem ini telah diuji coba di Pemengpeuk, Banten. MOSES juga diuji coba dalam skala laboratorium di Kalipucang Pangandaran, Jawa Barat, dan Papua. Hasilnya menunjukkan resep obat dapat diperoleh kurang dari dua hari. Dengan kecepatan pengobatan, komplikasi yang lebih berat dapat dicegah.




Sistem MOSES yang terdiri dari peranti lunak dan peranti keras. Dengan program peranti lunak itu, dimungkinkan pembacaan data sampel, pengiriman, dan penerimaan citra sampel darah pasien bersangkutan dan data medis lain ke server. Melalui jaringan internet, data tersebut dikirim ke ponsel dokter bersangkutan di ibu kota kecamatan atau puskesmas terdekat untuk kemudian dianalisis. Program peranti lunak itu di-install dalam peranti keras yang terdiri dari mikroskop yang telah dimodifikasi sehingga dapat dipadukan dengan telepon seluler. Hasil pemeriksaan sampel darah dari mikroskop kemudian dapat langsung dikirim dengan ponsel yang menempel di bagian pangkal mikroskop. Dalam sistem itu juga terpasang server yang menyimpan data tentang jumlah pasien, data pasien seperti umur dan tempat tinggalnya, serta jenis pengobatan yang diberikan.




Berkaitan dengan itu, ITB tengah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menerapkan MOSES. Dalam hal ini memang diperlukan dukungan pemerintah daerah guna menerapkan sistem tersebut di rumah sakit dan puskesmas, terutama di daerah endemik malaria. Dalam hal ini, MOSES tak hanya digunakan untuk tujuan medis, tetapi juga menjadi bahan analisis bagi pejabat di dinas kesehatan bagi pengambilan keputusan. Hal ini dimungkinkan karena data dari server akan dikirim ke kantor dinas kesehatan, rumah sakit, dan ke instansi terkait lainnya. sumber




MOSES memang sangat dibutuhkan karena daerah endemik di Indonesia mencapai 70 persen. Berdasarkan data Program Pembangunan PBB (UNDP), 90 juta orang berada di daerah tersebut, tetapi hanya 10 persen yang tertangani. Dengan MOSES kecepatan terapi dan pengobatan dapat lebih efektif dan efisien sehingga akan mencegah terjadinya komplikasi dan akibat fatal dari penyakit Malaria. Dengan adanya MOSES satu sisi kita harus bangga karena itu merupakan karya bangsa kita sendiri dan sisi lain berharap semoga alat itu dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sehingga penanggulangan penyakit malaria di daerah terpencil dapat segera teratasi.Semoga :).

Comments

  1. wah infonya bagus mas, menambah pengetahuan ane deh... serasa nambah pinter neh aye.... hehehehe
    mantab dan thanks mas...

    ReplyDelete
  2. idem kek achen boleh ya komentnya... :-)

    ReplyDelete
  3. harus segera bertindak sbelum terlambat, wabah selalu muncul secara tiba2 .

    ReplyDelete
  4. @all : ayooo berantas malarindu eh malaria!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts