Opsi A atau C

Akhirnya berdasarkan hasil voting, mayoritas anggota DPR memilih opsi C yang akan mengusut lebih lanjut masalah century. Ada satu hal yang menarik dimana fraksi yang memilih opsi A adalah fraksi yang menjadi pemenang pemilu kemarin dan fraksi yang menjadi koalisinya. Kelihatan sekali ada "kesetiakawanan" antar koalisi dalam mengambil keputusan bukan berdasarkan fakta dan hati nurani :), yang lebih parah lagi semalam ditayangkan oleh Antv adanya pembagian amplop-amplop berwarna coklat tebal kepada para anggota DPR saat sidang paripurna tersebut, entah isinya apa tapi yang jelas bukan kertas tagihan hehehe.


Hasil dari sidang tersebut, bukan menyangkut masalah salah atau benar, tapi lebih ke menang atau kalah dalam penentuan keputusan. Artinya yang menang adalah yang mempunyai suara terbanyak. Mengenai benar atau tidaknya praduga dari opsi C tersebut tinggal menunggu penyelidikan selanjutnya oleh pihak kepolisian. Sebagai orang awam kita hanya bisa berharap penyelidikan selanjutnya dapat berjalan dengan "sebenarnya" walaupun tampaknya tidak mungkin.

Apapun kejadian yang terjadi saat sidang paripurna kemarin dan apapun hasil keputusan, menunjukkan kepada kita bahwa dalam dunia politik apapun bisa terjadi dan menjadi "halal". Mungkin bila kita yang diposisi sebagai anggota DPR saat itu tak bisa menolak "upah" atau "pelicin" berwujud amplop coklat dan harus mengikuti apa kata keinginan partai kita walaupun hati nurani melihat dan yakin ada ketidakbenaran. Kita hanya berharap semua tindakan itu tidak di atas namakan rakyat, karena nama rakyat sering menjadi "tameng" para politisi ketika mengambil suatu keputusan. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka dan membukakan mata hati mereka untuk bisa berbuat dan bersikap lebih "jujur"dalam mengemban amanat sebagai wakil rakyat. Ingat "mengemban amanat" bukan saja suatu hal yang wajib di laksanakan sebaik mungkin tapi juga harus memperhitungkan tanggung jawabnya di akhirat nanti...

Comments

  1. saya sudah ga bisa berkata apa2 lagi tentang negri ini sob,

    ReplyDelete
  2. aku g tau lagi mau bilang apa. g sanggup mikirnya. itu2 aja yang dibahas. g pernah pemerintah buat sawah yang banyak, buat pabrik yang besar2, biar nyerap tenaga kerja. cape deh

    ReplyDelete
  3. OK kita tunggu perkembangan selanjutnya neh, apakah opsi c ini bisa menggembirakan hasilnya nanti apa enggak... :-)

    ReplyDelete
  4. Eh, Mas.. tentang aku dan kamunya kok nggak bisa dikoment.... :-)
    padahal aku pengen banget ngomennya lho... heheheheh

    ReplyDelete
  5. @all : doakan saja semoga mereka sadar :)
    Achen : gak tau caranya bro buat kotak komen soalnya dah dari sononya hehehe

    ReplyDelete
  6. yang perlu dicatat :
    1. koalisi selalu mengorbankan visi dan misi partai
    2. mekanisme demokrasi dengan "suara terbanyak" nya sering digunakan sebagai alat pembenaran
    3. serangkain proses yg ada hanya mengulur waktu
    4. adanya jeda pengusutan kasus yang sangat bertele-tele membuka peluang "nyari" sekutu untuk "cari selamet"

    gak akan tuntas selama kapitalisme yang dipake !!!

    ReplyDelete
  7. ooh, gitu yak, ywudah , its Ok , pembukanya... mantab dah dan keren.. *komentnya, disini ajah* :-D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts