Strategi pemasaran Ala Gigolo

Salah satu bisnis yang tidak pernah mati adalah bisnis seks. Para Pekerja Seks Komersial (PSK) kini bukan hanya wanita semata, tetapi juga pria. Tempatnya pun kini bukan hanya di Ibukota melainkan sudah bergeser ke kota besar lainnya di Tanah Air. Para gigolo telah memperluas daerah bisnis mereka hingga ke Semarang dan Surabaya. Salah satu faktornya adalah bisnis esek-esek beromzet milyaran rupiah per hari di Gang Dolly Surabaya.

Para gigolo mempunyai teknik tersendiri dalam memasang jerat, mulai dari cafe-cafe dan mall. Salah satu trik mereka dalam mencari mangsa menggunakan kode tertentu antara lain dengan menaruh korek dengan posisi berdiri di atas bungkus rokok sambil sedikit dimainkan. Kalau kode sudah diterima dan komunikasi terjalin lancar, maka konsumen dari beragam profesi, beragam jenis kelamin, dan beragam status sosial pun bisa kena jerat sang gigolo.

Dalam menjaring mangsanya, para gigolo tidak selalu terjun langsung ke tempat umum. Kemajuan teknologi informasi juga telah digunakan para gigolo. Dunia maya juga dirambah dengan memanfaatkan situs jejaring sosial yang khusus dibuat oleh para gigolo. Setelah konsumen didapat, diikuti dengan pertemuan langsung, cafe atau hotel biasanya dijadikan tempat favorit untuk melakukan penawaran. Transaksi kemudian ditutup dengan berhubungan seks di tempat yang telah disepakati. Salah satu tempat yang kerap disebut sebagai persinggahan para gigolo yaitu sebuah rumah di daerah Pos Ponjolo (Jawa tengah). Di rumah tersebut ada seorang yang disebut mbah yakni satu dari broker gigolo di Semarang, Jateng. Biasanya, untuk setiap satu gigolo yang dipasoknya, mbah mendapat uang jasa 20 persen dari transaksi yang disepakati. Dan, para broker memburu laki-laki muda atau dikenal dengan istilah kuching. (dari berbagai sumber)

Dalam beraksi, para gigolo tidak hanya melayani tante girang saja, tapi juga melayani oom laki-laki senang. Di Jawa Tengah sendiri, diperkirakan sekitar 70 persen gigolo melayani oom laki-laki senang dan sisanya 30 persen "menservis" tante girang.

Menurut pemerhati masalah sosial, sepak terjang gigolo sangat sulit dihilangkan, maka tidak heran kalau bisnis seks adalah bisnis yang tidak pernah mati. Jaringan penjualan gigolo antarkota antarprovinsi masih tetap terjadi kendati polisi telah membongkar sindikat para gigolo. Transaksi tersembunyi pun masih banyak terjadi. Tak bisa dipungkiri, bisnis prostitusi kini tak lagi didominasi kaum hawa. Karena Rupiah, siapa saja bisa menjadi korban yang terjebak di lembah hitam tak terkecuali para remaja gigolo yang kini merambah antarkota antarprovinsi.

Perkembangan bisnis seks di kota-kota besar memang bukanlah hal baru, terutama bisnis gigolo. Di Surabaya contohnya, segala jenis bisnis seks ada di sana bahkan boleh dikatakan anda mau "apa saja" pasti ada. Kembali ke soal gigolo, usaha polisi memberantas sindikat tersebut boleh diacungin jempol walau memang tidak mudah.

Dan mengutip "karena rupiah, siapa saja bisa menjadi korban" mungkin yang perlu digarisbawahi adalah pemakaian kata "korban". Kayaknya orang-orang yang terjerumus di dunia tersebut belum layak dikatakan sebagai korban, karena khusus dibidang gigolo ini para pelaku kebanyakan melakukan itu dengan kemauan sendiri bukan karena "paksaan" pihak tertentu. Jadi ada sedikit perbedaan dengan WTS. Namun apapun itu kita harap polisi tidak kapok dalam memberantas bisnis seks ini dan bagi para pemuda untuk tidak mudah terpengaruh dan terpedaya untuk ikut-ikutan menjadi gigolo hehehe.

Comments

  1. serem amat. dunia mesum makin merajalela nih. tanda2 akhir zaman. apakahmereka gak takut dosa?

    ReplyDelete
  2. begitulah fan, gak tau mau jadi apa nih bangsa kita hehehe

    ReplyDelete
  3. beh beh beh...bisnis maksiat memang paling mudah sob, tapi gak barokah...

    ReplyDelete
  4. gk usah terlalu ngejudge pekerjaan orang.. kadang buruk bagi qta, namun blm tntu untuk yg lainnya..
    ada yg bisa bersyukur sudah mendapatkan pekerjaan terhormat walau hasil menjilat dan bayaran gede dgn muda. tpi lihatlah masih banyak sdra qta yg tidak seberuntung kalian.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts